BERITA BERGAMBAR : Sukandar Dampingi Zola Tanam Padi Di Desa Bungo Tanjung

Bupati Tebo H Sukandar beserta istri mendampingi Gubernur Jambi Zumi Zola pada tanam Padi
di desa Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu pada kegiatan Gerakan Tanam Padi Di Sawah.
TEBOONLINE.COM – Bupati Tebo H Sukandar, Rabu (11/10) mendampingi Gubernur Jambi H Zumi Zola STP MA tanam padi di desa Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu yang dikemas dalam acara Gerakan Tanam Padi di sawah Gapoktan Lingkar Nago.

Pada kesempatan itu, Zola mengimbau kepada para petani untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian pangan menjadi lahan pertanian non pangan atau peruntukan lain, karena pertanian pangan itu sangat penting. 


Bupati Tebo H Sukandar dan istri saat menanam padi menggunakan mesin.
Sebagai reward bagi para petani yang mempertahankan lahan pertanian pangan, Zola mengatakan akan terus berupaya memberikan bantuan, sedangkan bagi petani yang mengalihfungsikan lahan pertanian pangan, bantuan tidak diberikan. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah untuk menunjang swasembada dan ketahanan pangan.


Imbauan itu dikemukakan Zola dalam Gerakan Tanam Padi Sawah Gapoktan Lingkar Nago yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tebo H Syahlan, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj  Sherrin Tharia Zola, Ketua TP PKK Tebo (Anggota DPR RI) Hj  Saniatul Lativa Sukandar dan TNI.

Dari kiri Sekda Tebo Abu Bakar poto bersama Dandim Bute.

Gerakan Tanam Padi Sawah tersebut mengusung tema “Melalui Mekanisasi Pertanian Kita Tingkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) Mendukung Upsus Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) Menuju Jambi TUNTAS 2021.”


Zola mengakui telah memantau keberhasilan masyarakat di Desa Bungo Tanjung dalam bidang pertanian khususnya padi sawah. "Saya pantau petani dan Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) sangat luar biasa, satu hektar hasilkan 5,7 ton," ungkapnya.

Ditegaskannya, keberhasilan masyarakat dengan pertanian perlu perhatian agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang menjadi tantangan, di samping perubahan iklim terhadap tanaman non pangan.

"Kita edukasi masyarakat kalau pertanian komitmen, kita beri bantuan, ada alat pertanian sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih. Ketika tidak komit berubah menjadi non pangan kita tidak beri bantuan lagi," tegasnya.

Zola juga mengingatkan bahwa musim tanam bisa berubah sesuai dengan keadaan iklim yang perlu disikapi para penyuluh dan pihak terkait pertanian.

"Para penyuluh, sama-sama kita membimbing petani apa saja aplikasi teknologi yang harus diterapkan supaya kualitas dan kuantitas hasil pertanian bisa meningkat," harap Zola.

Peningkatan panen padi dari dua tahun sekali ditingkatkan menjadi tiga kali setahun merupakan harapan gubernur pada masyarakat petani di Desa Bungo Tanjung.

"Bersama Pak Bupati terus menganggarkan untuk program pertanian, Insya Allah Nilai Tukar Petani (NTP) bisa mencapai seratus, ini momentum baik," katanya.

Bupati Tebo, H Sukandar menyampaikan, padi jagung kedelai (Pajale) mengalami peningkatan siginifikan, dan masing-masing kecamatan memiliki andalan.

Kecamatan Tebo Ulu dengan potensi sawah, Tujuh Koto dengan jagung kedelai, Serai Serumpun dan Tebo Ilir dengan potensi kedelai. "Peningkatan ini tidak terlepas dari bantuan gubernur melalui Dinas Pertanian. Alsintan supaya dipergunakan dengan baik," kata Sukandar.

Menurutnya, kerjasama masyarakat dengan penyuluh membuahkan hasil dengan kembalinya masyarakat pada pertanian untuk lahan potensial.

"Ada lahan produktif yang dialihkan untuk sawit dan timbul kembali kesadaran untuk jadi sawah melalui penyuluh dan  gunakan alsintan untuk turun ke sawah dan mneghindari alih fungsi lahan," tegasnya. (crew/Adv)


Related News