Thursday, October 5, 2017

dr. Riyana (Duduk) bersama Kasubag TU Sumian paling kiri dan staf. 
TEBOONLINE.COM - Mengingat akan bahayanya dampak dari limbah medis terhadap lingkungan yang dikeluarkan oleh Klinik atau rumah sakit dan Apotik, pihak Puskesmas Rimbo Bujang II akan melakukan evaluasi terhadap usaha - usaha tersebut yang telah melakukan MoU atau kerja sama dengan Puskesmas tentang pemusnahan limbah medisnya.

Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Rimbo Bujang II, dr Riyana saat ditemui Teboonline.com di ruangannya, Kamis (5/10). Kata Riyana, selama ini ada tiga Klinik di Rimbo Bujang yang sudah melakukan MoU dengan Puskesmas Rimbo Bujang II mengenai pemusnahan limbah medis baik itu limbah cair maupun limbah padat.

Untuk alat pemusnahnya seperti Incenerator yang dimiliki oleh Puskesmas, meskipun sudah tidak maksimal lagi kerjanya saat digunakan, mampu memusnahkan limbah sekitar 30 kg atau 40 kg. Karena kondisi mesin Incenerator sudah tidak maksimal lagi, untuk pemusnahan limbah terpaksa harus diulang sampai 3 kali.

"Akan kita evaluasi lagi Klinik - klinik yang menjalin MoU dengan Puskesmas, karena masalah limbah medis ini dari dulu menjadi sorotan publik dan sangat berbahaya terhadap lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik," sebut dr Riyana ini.

Sesuai aturan dalam Akreditasi, pemusnahan limbah medis dilakukan dua kali dalam satu bulan. "Dua kali dalam satu bulan kalau menurut Akreditasi, tapi kita lihat dulu volume limbah itu dulu, kalau kira - kira sudah banyak ya tentu dimusnahkan, tapi kalau volumenya masih sedikit dalam waktu dua minggu itu ya tentunya belum dimusnahkan," tambahnya.

Terakhir Riyana mengungkapkan bahwa untuk operasional pemusnahan ini, tidak ada anggarannya di Puskesmas. Sementara, dalam sekali pemusnahan itu menghabiskan 90 liter Solar. (us)