Dewan Desak Dinas LH Tebo Tindak Tegas PKS PTPN VI Rimbo Bujang, Tono: Dinas LH Jangan Lepas Tangan Begitu Saja

TEBOONLINE.COM - Persoalan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN VI Rimbo Bujang Unit Rimbo Dua yang menahun, tampaknya tak pernah selesai. Malahan, persoalan yang bergesekan langsung dengan masyarakat ini kian meruncing dan mengancam keselamatan warga sekitar PKS. Upaya pihak manajemen PKS sendiri pun seperti tak pernah ambil peduli. 

­­­
Padahal, warga sekitar sudah berulang kali melaporkan adanya limbah PKS yang mencemari lingkungan kepada pihak manajemen PKS milik BUMN tersebut. Lebih mirisnya lagi, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, juga tutup mata dan terkesan enggan untuk menindak lanjuti atas persoalan limbah PKS tersebut.

Padahal, warga setempat sangat berharap kepada pihak Pemerintah untuk dapat menengahi dan mencari solusi agar warga tidak mengeluh dan lingkungan pun tidak lagi tercemar.

Mendengar persoalan limbah PKS yang dikeluhkan oleh warga dua desa yakni warga desa Tirta Kencana dan desa Pematang Sapat, DPRD Kabupaten Tebo pun akhirnya angkat bicara.

Melalui Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tebo Wartono Triyan Kusuma, Dewan mendesak kepada Pemkab Tebo dalam hal ini adalah Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tebo harus segera bersikap terkait hal tersebut. Wartono menegaskan bahwa warga harus dilindungi dari pencemaran yang ditimbulkan oleh Pabrik Kelapa Sawit milik PTPN VI Rimbo Bujang.

“Segera panggil pihak Manajemen PKS PTPN VI Rimbo Bujang dan tanyakan kenapa penanganan limbah dan polusi akibat dari asap pabrik kok sampai mencemari lingkungan sekitar. Kehadiran perusahaan harus bisa memberi dampak positif bagi warga sekitar pada khususnya. Bukan malah sebaliknya. Dinas LH Tebo jangan lepas tangan begitu saja. Selaku usernya Pemerintah, LH harus mengambil inisiatif untuk menangani masalah yang sangat fital terhadap kesehatan masyarakat,” tegas Wartono pada Teboonline.com, Rabu (13/9).

Wartono juga mengulas terjadinya bocornya tanggul kolam limbah milik PKS PTPN VI Rimbo Bujang yang sering terjadi. Jebolnya tanggul kolam limbah tidak hanya sekali ini terjadi, tapi berulang kali terjadi. Untuk itu, Pemkab harus tegas menindak pabrik semacam itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga jalan Randu II desa Tirta Kencana dan warga jalan Camar desa Pematang Sapat mengeluh akibat sumber air bersih mereka seperti sumur dan sungai tercemar air limbah PKS PTPN VI Rimbo Bujang.

Tidak hanya itu saja, udara juga turut tercemar akibat polusi yang ditimbulkan oleh asap berwarna hitam pekat dan bau yang menyegat dari PKS tersebut sehingga warga setempat terserang Penyakit sesak Nafas dan rumah – rumah warga pada bagian lantai pun kotor akibat kepulan asap hitam tersebut. (crew)  

Related News