Ini Alasan Bupati Mengapa Tenaga Honorer Kontrak Tebo Dites


TEBOONLINE.COM - Ratusan tenaga honorer kontram yang bekerja dilingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo, Kamis (6/6) akan mengikuti tes. Sebelumnya, tes tersebut sempat tertunda yang seyogyanya digelar pada 2016 lalu.

Adapun tujuan pelaksanaan ujian tenaga kontrak ini untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia para tenaga kontrak.

Hanya saja disayangkan pelaksanaan ujian tenaga kontrak di Kabupaten Tebo ini mendapat berbagai sorotan yang kurang sedap dari kalangan masyarakat. Bahkan beberapa dari mereka mengkaitkan kebijakan ini dengan politik Pilkada terdahulu.

Dijumpai awak media, Bupati Tebo H. Sukandar menjelaskan mengapa tes atau seleksi para tenaga honorer/kontrak dilakukan. Hal ini dikatakan oleh H. Sukandar, hal itu menindaklanjuiti rencana kerja dari Pj Bupati dan Plt Sekda sebelum dirinya bersama Syahlan dilantik menjadi Bupati dan Wabup Tebo.

"Kemarin Pj Bupati mengatakan mau tes dan seleksi kok dak jadi. Makanya saya hanya menindaklanjuti, ini kebijakan Pj Bupati sebelumnya,” paparnya.

Untuk proses ini dirinya berharap dapat berjalan dengan baik dan penitia bekerja sesuai dengan aturan.  Terkait jumlah yang dibutuhkan Sukandar mengakui belum menerima laporan, dirinya juga meminta kepada instansi untuk mendata jumlah ASN, dari jumlah tersebut akan diketahui berapa jumlah yang dibutuhkan.

"Sampai saat ini saya juga belum memetik laporan terkait jumlah tenaga yang dibutuhkan," sebutnya.

Dilain tempat, Kepala Dinas BKPSDM Tebo Haryadi menjelaskan bahwa ujian tenaga kontrak ini yang akan di tes adalah tentang wawasan kebangsaan, intelegensi umum dan Karakteristik Pribadi. Sedangkan pengumuman akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2017.

"Ujian akan dilaksanakan di Aula utama dan Aula dikbud. Nanti para peserta tes akan diberi soal terkait wawasan kebangsaan, intelegensi umum dan Karakteristik Pribadi," imbuhnya.

Sementara itu, sekedar mengingatkan bahwa penataan dan evaluasi tenaga kontrak ini menurut kepala BKPP Tebo (Sekarang BKPSDM_red) pada tanggal Juni 2016 melalui Sekban Eko Nuryanto bahwa dengan tujuan untuk mengetahui jumlah tenaga kontrak, sehingga dapat diketahui apakah harus ditambah atau dibatasi serta juga untuk meningkatkan SDM.

"Dari data itu nanti kita bisa melihat apakah terlalu besar jumlahnya, atau harus dikurangi. Dan penyebarannya nanti perlu ditata lagi," imbuhnya saat itu.

Bahkan sebelumnya juga disebutkan bahwa direncanakan bahwa nilai gaji tenaga kontrak juga akan dibedakan dengan kualifikasi pendidikannya, hanya saja pada tahun 2017 masih mengacu pada aturan lama. (crew)

Related News