Mogok Kerja, Guru SMAN 16 Tebo Tuntut Kepala Sekolah Dicopot

Ruang majelis Guru SMAN 16 Tebo terlihat kosong karena aksi mogok kerja.
TEBOONLINE.COM - Belasan Guru SMAN 16 Kabupaten Tebo yang berlokasi di desa Wana Reja Kecamatan Rimbo Ulu, melakukan aksi mogok Kerja, Senin (22/4). Aksi mogok kerja dengan tidak mengajar ini menuntut Kepala Sekolah yakni Darma Laksana untuk lengser dari jabatannya.

Selain mogok kerja, Guru SMAN 16 kabupaten Tebo ini juga mengirimkan surat mosi tidak percaya terhadap penjabat Kepala SMAN 16 Tebo Darma Laksana kepada Gubernur Jambi, Dinas Pendidikan propinsi Jambi dan komisi I DPRD propinsi Jambi.

Adapun isi surat tersebut diantaranya meminta agar Gubernur Jambi memcopot Darma Laksana dari jabatan Kepala sekolah dan terkait ketidak transparanan pengelolaan Dana BOS oleh Kepsek.

Darma Laksana, saat dikonfirmasi teboonline.com terkait hal itu mengatakan bahwa ia mengaku tidak tahu Ada aksi mogok kerja bawahannya tersebut. Namun, ia mengungkapkan bawa pada saat upacara Senin pagi, banyak Guru yang tidak hadir.

Darma juga menambahkan bahwa yang mengajar saat ini juga Guru yang kebetulan ada jam mengajarnya. "Saya malah tidak tahu kalau ada aksi mogok Kerja, dan mungkin kalau ada aksi mogok kerja itu dugaan kami yang memprofokatori Wakil Kepsek," sebut Darma saat dikonfirmasi di ruangannya.

Pantauan teboonline.com, sekitar pukul 10.00 wib pagi, ruang majelis Guru yang biasanya ramai Guru, tak ada satupun orang. hanya terlihat tiga orang pegawai TU dan dua orang guru meskipun terlihat ada kegiatan belajar mengajar.

"Kami akan mogok kerja sampai tuntutan kami ini dipenuhi," sebut salah seorang Guru SMAN 16 Tebo yang ikut mogok kerja yang tak mau disebut namanya sambil menyebut setidaknya ada 15 orang Guru yang gelar aksi mogok kerja. (crew)

Related News