BERITA BERGAMBAR: DPRD Tebo Gelar Paripurna LKPJ Kinerja Kepala Daerah 2016

Ketua DPRD Tebo Agus Rubyanto, Waka DPRD Tebo Wartono Triyan Kusuma dan Pj Bupati Tebo Agus Sunaryo
saat mengikuti rapat paripurna LKPJ Kepala Daerah tahun 2016.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Secara resmi Ketua DPRD Tebo Agus Rubyanto membuka Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tebo dalam Rangka Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kinerja Kepala Daerah Tahun 2016 pada Kamis (6/4) di Aula DPRD Tebo.

Ketua DPRD Tebo, Agus Rubyanto saat membuka acara mengatakan bahwa
penyampaian LKPJ adalah merupakan kewajiban Kepala Daerah yang diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia, dan kepada Pj Bupati Tebo diminta menyampaikan LKPJ Kinerja Kepala Daerah Tahun 2016.

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan penyampaian LKPJ Kinerja Kepala Daerah adalah merupakan kewajiban yang harus di sampaikan dalam rapat Paripurna, karena itu kepada Bupati kami persilahkan menyampaikan LKPJ Kinerja 2016," kata Agus Rubyanto.


Kemudian dikatakan Agus Rubyanto, setelah menerima Nota Pengantar LKPJ Kepala Daerah bahwa DPRD Tebo kembali mengundang Fraksi Fraksi untuk menghadiri rapat akhir Fraksi, dimana setelah LKPJ ini selanjutnya DPRD akan melakukan pendalaman secara internal sesuai tata tertib, dan merumuskan pendapat dan pandangan Fraksi.

"Terimakasih kepada Bupati yang telah menyampaikan Nota Pengantar LKPJ Kinerja Kepala Daerah, dan kepada Fraksi - Fraksi kami mengundang kembali pada rapat akhir Fraksi," jelasnya.


Pj Bupati Tebo Agus Sunaryo menyerahkan berita acara LKPJ tahun 2016 kepada Ketua DPRD Tebo. 
Sementara itu, Pj Bupati Tebo Agus Sunaryo saat menyampaikan LKPJ Kinerja menjelaskan bahwa penyampaian LKPJ Kinerja Kepala Daerah ini disampaikan secara terpisah dengan LKPJ Keuangan Pemerintah Kabupaten Tebo. Dalam penyampaian LKPJ ini Agus Sunaryo mengatakan bahwa kinerja Pemerintah Kabupaten Tebo dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi cukup memuaskan.

"Pertumbuhan Ekonomi pada Tahun 2016 meskipun mengalami beberapa kendala namun cukup memuaskan, selanjutnya dalam meningkatkan PAD kita telah menempuh sejumlah kebijakan, dimana PAD 2016 direncanakan sebesar 72 Milyaran, realisasi hingga akhir tahun 59 Milyar. Adapun hal ini terjadi karena ada beberapa target PAD yang tidak tercapai," pungkasnya. (crew/Adv.)

Related News