969 Siswa SMK Tebo Ikuti UNBK, 5 Siswa Tidak Ikut Ujian

Siswa SMK di Kabupaten Tebo saat mengikuti UNBK.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Sebanyak 969 Siswa siswi SMK di Tebo Senin, (3/4) menggelar UNBK serentak. Ujian berbasis komputer tersebut berjalan lancar tanpa adanya hambatan, baik dari server, arus listrik dan lainnya. Kendati demikian diketahui masih ada siswa pada saat UNBK tidak hadir.

"Kalau siswa yang tidak ikut UNBK hari ini terdata sebanyak 5 siswa," kata Firdaus Kasie Kurikulum Diknas Tebo kepada Teboonline.com.

Kata Firdaus, kelima siswa yang tidak ikut UNBK tersebut adalah SMK 1 hanya satu orang, SMK 4 Satu orang, SMK 6 satu orang dan SMK 5 dua orang. "Macam-macam, ada yang sakit, ada juga yang izin atau tanpa keterangan," sebutnya.

Sementara itu, ketika ditanya kebijakan apa yang bakal diberikan kepada siswa yang tidak ikut UNBK, Firdaus bilang kelimanya diberikan kesempatan untuk mengikuti UNBK susulan. Sedangkan untuk pelaksanaan UNBK, Firdaus mangatakan bakal digelar sepekan pasca UNBK.

"Jadwalnya tanggal 18-19 April. Seminggu sesudah UNBK," ucapnya meyakini.

Adapun jumlah siswa tiap SMK di Tebo yang menggelar UNBK adalah sebanyak, SMKN 1 sebanyak 180 siswa, SMKN 2 sebanyak 272 siswa, SMKN 3 sebanyak 62 siswa. Sedangkan SMKN 4 sebanyak 36 siswa, SMKN 5 sebanyak 25 siswa.

"Sisanya SMKN 6 sebanyaj 77 siswa dan SMKN 7 sebanyak 58 siswa" terang Firdaus lagi.

Terpisah  kepala SMKN 1 Tebo, Yumadi saat ditemui Teboonline.com mengakui ada satu siswa SMKN 1 yang tidak ikut UNBK. Sementara, jumlah siswanya yang mengikuti UNBK sebanyak 180 siswa. "Katanya sakit," sebutnya.

Tekhnis pelaksanaan UNBK sendiri kata dia dibagi menjadi 3 sesi. Masing-masing sesi berjumlah 60 siswa. Pelaksanaan UNBK dimulai pukul 07.00 hingga 16.00 wib sore hari. Ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan media laptop yang ada di sekolah.

Sementara itu, ketika ditanya apakah ada kesulitan yang dihadapi siswa terkait UNBK berbasis komputer, Yumadi bilang masih ada. "Yang saya lihat, siswa masih salah memasukan password," sebutnya.

Persiapan lainnya SMKN 1 juga sudah menyiapkan mesin Genset guna mengantisipasi adanya listrik mati. Kendati gubernur sudah menyurati PLN, namun pihak sekolah sudah mengantisipasi ketersediaan mesin genset. (crew)


Related News