Jual Gas Dengan Harga Tinggi Di Kabupaten Tebo, Agen Bakal Tindak Tegas Pangkalan

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Adanya laporan dari masyarakat yang masuk ke Agen Gas Elpiji terkait maraknya penjualan isi ulang Gas 3 kg dengan harga tinggi oleh para Pangkalan yang ada di Kabupaten Tebo, para Agen segera menindak lanjutinya.

Seperti PT Rimba Jaya, salah satu agen distribusi Gas Elpiji 3 kg bersubsidi di Kabupaten Tebo ini mengaku mendapatkan laporan tersebut dari masyarakat. Pitono, selaku pengelola PT Rimba Jaya yang berkantor di Rimbo Bujang ini, akan segera turun ke lapangan untuk cross cek langsung ke pangkalan binaannya yang diketahui menjual isi ulang gas 3 kg dengan harga yang sangat tinggi yakni berkisar Rp 28 Ribu atau lebih.

“Sebagai Agen, kita akan memberi sanki dan tindakan tegas kepada pangkalan yang nakal yang menjual isi ulang gas 3 kg dengan harga yang sewenang - wenang (Tinggi_red), mestinya pangkalan menjualnya dengan HET yang telah ditetapkan yaitu Rp 17 Ribu dan dijual ke warga sekitarnya,” ujar Pitono, saat ditemui Teboonline.com.

Untuk sanksi kepada pangkalan yang kedapatan menjual dengan harga tinggi, pertama Agen akan memberikan surat teguran terlebih dahulu atau SP1, peringatan kedua yaitu pangkalan akan dikurangi 50 persen kuota dari biasanya dan terakhir pangkalan akan dilakukan PH atau pemutusan hubungan kerja sehingga pangkalan tidak bisa lagi menerima dan menjual gas Elpiji.

Selaku agen, Pitono menghimbau dan mendesak kepada pangkalan dibawah binaannya untuk tetap menjual dengan harga yang tidak memberatkan masyarakat karena gas 3 kg itu untuk membantu masyarakat.

Hal senada juga dikatakan oleh PT Indah Jaya Mandiri (IJM), Agen Gas Elpiji 3 kg di Kabupaten Tebo. Jaja’, selaku pengelola juga menegaskan akan menindak tegas pangkalan binaannya yang menjual isi ulang gas 3 kg dengan harga yang tinggi.

“Kita selalu memantau setiap pangkalan dan menghimbau agar menjual isi ulang gas 3 kg dengan harga yang ramah lingkungan kepada masyarakat,” ujar Jaja’, saat ditemui Teboonline.com, Selasa (14/3).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, adanya kelangkaan dan tingginya harga isi ulang Gas Elpiji 3 Kg yang terjadi di propinsi Jambi seperti di Kabupaten Tebo dalam beberapa bulan ini, sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Hal itu terjadi karena adanya permainan dari para pemilik pangkalan.

Misalnya, salah satu Pangkalan tabung gas Elpiji di Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang. Diketahui, pangkalan tersebut menjual isi ulang Gas Elpiji 3 kg dengan harga tinggi yakni mencapai Rp 28 Ribu jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan untuk area Kabupaten Tebo yakni Rp 17 Ribu.

“Saya ngambil udah Rp 28 Ribu dari Pangkalan, jadi saya ngecer ya Rp 30 Ribu, jadi ngambil untungnya Rp 2 Ribu,” ujar salah satu pengecer isi ulang Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Wirotho Agung yang mengungkapkan bahwa ia harus membayar Rp 28 Ribu pertabung dari salah satu pangkalan yang ada di Wirotho Agung. (crew)



Related News