Diterjang Banjir, 353 Ha Lahan Pertanian Di Kabupaten Tebo Gagal Panen

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Akibat banjir yang melanda beberapa daerah di kabupaten Tebo, selain mengakibatkan beberapa Rumah masyarakat yang terendam, juga mengakibatkan ratusan lahan pertanian masyarakat jadi gagal panen.
Seperti yang disampaikan Kadis Pertanian Tebo, Ir Sarjono. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 353 hektar lahan pertanian ikut terendam banjir. Bahkan mengakibatkan masyarakat gagal panen baik itu lahan sawah maupun lahan pertanian lainnya.

"Akibat banjir belakangan ini, total ada 353 ha lahan pertanian yang terendam banjir dan mengakibatkan Fuso atau gagal panen," ujar Sarjono.

Dari 353 ha lahan pertanian yang fuso atau gagal panen, lahan pertanian padi atau sawah yang paling banyak fuso yaitu 265 ha. Sedangkan selebihnya ialah pertanian Jagung seluas 46 ha, lahan kedele 66.5 ha, dan Cabe 5,9 ha.

"Yang banyak yaitu lahan pertanian Padi sawah, yang fuso 265 ha, Jagung 46 ha, kedele 66.5 ha, dan Cabe 5,9 ha." jelas Sarjono.

Lahan-lahan pertanian yang mengalami Fuso atau gagal panen tersebut tersebar dibeberapa daerah seperti Desa Puntikalo, Teluk Pandak, Jati Belarik, Mangunjayo. Tebing Tinggi, Muara Kilis, Betung Bedarah Barat, dan Teluk Rendah Pasar.

"Untuk lahan pertanian yang gagal panen, dinas pertanian akan memberi bantuan benih secara gratis," ungkap Sarjono.

Dinas Pertanian Tebo berharap ke depan maayarakat atau para petani disarankan untuk masuk asuransi pertanian. Hal tersebut para petani yang menjadi korban fuso, dan bencana lainnya bisa mendapatkan ganti rugi.

"Kita sarankan untuk bisa masuk asuransi,  Hanya bayar Rp 36 ribu perhektar Permusim tanam. Bila terjadi fuso akibat kekeringan, Kebanjiran ataupun kerusakan akibat hama penyakit, akan di bantu Rp 6 juta per ha oleh Pt. Jasindo," tuntas Sarjono. (crew)

Related News