Wednesday, February 8, 2017

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO, BE - Kurangnya partisipasi masyarakat dalam pemilu kali ini membuat KPU Tebo merasa dihantui. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat tentang mencari sosok pemimpin.
Ketua KPU Tebo, Basri, mengatakan bahwa setiap pemilu partisipasi masyarakat tebo selalu menurun. Bahkan, lanjutnya Kabupaten tebo menempati urutan kedua dari belakang setelah kerinci.

"Perlu sosialisasi ekstra untuk mengembalikan partisipasi masyarakat dalam pemilu, karena tebo menempati urutan 2 dari belakang," kata Basri, pada acara sosialisasi pemilu yang dihadiri OKP, ORMAS, TOGA dan TOMA, pada Rabu (8/2)

Dikatakan Basri, bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dengan berkeliling ke pelosok desa dengan pengeras suara.

"Kami meminta kepada segenap pimpinan yang hadir ini untuk sama-sama menghimbau baik itu dalam ceramah dan lain sebagainya. bahwa pada 15 februari nanti adalah menentukan pimpinan 5 tahun kedepan," pinta ketua KPU.

"Yang memiliki jamaah baik itu umat islam dan non muslim supaya bisa menghimbau kepada warganya untuk menggunakan hak pilihnya," timpalnya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Jambi melalui devisi sosialisi Desi Arianto menilai bahwa setiap pelaksanaan pilkada di tebo cendrung menurun.

"Setiap pemilu selalu menurun, Dari persentase awalnya 81 persen menurun menjadi 74 persen dan kini menurun menjadi 61 persen," kata Desi, saat diwawancarai kemarin.

Dengan kondisi tersebut perlu dibentuk suatu komunitas pemilu peduli demokrasi untuk mendobrak partisipasi masyarakat yang selalu menurun.

"Mungkin dengan adanya komunitas tersebut partisipasi masyarakat dalam pemilu akan tumbuh kembali," pungkasnya. (crew)