Pemerintah Sebut Pangkalan Nakal Penyebab Langkanya Gas Elpiji 3 Kg

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kebutuhan Gas Elpiji 3 kg yang terus meningkat membuat masyarakat dari berbagai kalangan mengeluh. Selain dari harga gas 3 kg yang terbilang mahal, keberadaannya pun juga terbilang langka dan sulit untuk didapatkan.

Mengenai hal tersebut, Kabid Perdagangan Perindagkop Tebo,  Asmuni saat dikonfirmasi Teboonline.com mengaku bahwasanya Kebutuhan gas 3 kg sebenarnya mendekati angka cukup jika dikalkulasikan dengan kebutuhan masyarakat. 

Akan tetapi karena adanya pangkalan gas nakal, jadi kuotanya terus berkurang karena para pangkalan tidak menjual langsung kepada masyarakat melainkan dijual langsung kepada pengecer gas yang nota benenya tidak memiliki izin secara admintrasi dengan jumlah yang banyak.

"Dari pantauan dilapangan, banyak pangkalan gas nakal di Tebo yang menjual langsung ke pengecer gas demi pelaksanaan penjualan yang cepat meskipun berpengaruh buruk terhadap masyarakat. Padahal untuk kuota gas 3 kg di Tebo sebenarnya sudah masuk dalam kategori hampir mencukupi," terang Asmuni.

Demi menanggulangi hal tersebut agar tidak terus terjadi, lanjut Asmuni, dari Informasi 2 agen gas yang sudah ditetapkan sebagai arah dari semua pangkalan yang ada di Tebo yaitu JIM dan Tembesu jaya, pada bulan Maret nanti akan ada peraturan dari pusat yang menetapkan penjualan gas baik itu dari segi harga maupun ranah penjualan yang dilakukan.

"Informasinya, kalangan PNS nantinya untuk penggunaan gas 3 kg yang merupakan gas bersubsidi akan dihentikan. Jadi gas 3 kg hanya akan diberikan kepada masyarakat dan bahkan dengan persyaratan ada pernyataan keterangan tidak mampu bila hendak membeli gas 3 kg," jelasnya.

Selain itu, berbagai cara juga tengah dimatangkan agar semua mencukupi kuota dalam penggunaan gas 3 kg karena penjualan eceran juga memberikan dampak tidak stabil dari keberadaan gas terutama gas 3 kg yang berada di pangkalan dengan stock gas yang telah ditetapkan 200 tabung selama 10 hari.

"Untuk kedepan, selain peraturan yang berlaku untuk PNS dalam menggunakan gas 3 kg bersubisidi, rencananya juga akan ada pencegahan penjualan liar di eceran yang tidak memiliki izin dengan harapan semua masyarakat dari berbagia kalangan tertib dan cukup mengambil gas dipangkalan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan," jelasnya lagi. (crew)

Related News