Waspadai Isu Perpecahan, Kesbangpol Tebo Efektifkan FKAUB

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Mencuatnya isu kemajemukan yang muncul keterbukaan ditengah kehidupan masyarakat sosial maupun media sosial menjadi perhatian khusus Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat
(Kesbangpolinmas) Kabupaten Tebo.

Kepala Kantor Kesbangpolinmas Tebo, Eryanto saat dikonfirmasi awak media pada Senin (23/1) mengatakan bahwa pada Tahun 2017 ini Forum Kerukunan Antar Umat Beragama dan Forum Pembauran Kebangsaan yang berada
dibawah naungan Kesbangpolinmas Tebo akan lebih diefektifkan dalam menjaga
keberagaman.

"Isu Kemajemukan adalah isu yang krusial dan sensitif, karena itu ditahun
2017 ini kita akan lebih mengefektifkan lagi Tim Forum Kerukunan Antar Umat
Beragama, Forum Pembauran Kebangsaan. Adapun anggota tim ini terdiri dari
semua elemen masyarakat," ujar Eryanto.

Dikatakannya juga bahwa isu kemajemukan inipun tidak jarang dikaitkan
dengan persoalan politik dan agama, bahkan menurutnya masyarakat saat ini
memandang hal tersebut sebagai informasi baru, karena itu jika ada hal yang
dikhawatirkan mengancam Keutuhan NKRI dan dikhawatirkan dapat menimbulkan
situasi yang tidak kondusif, maka siapapun bisa melaporkan ke pihak
berwajib.

"Jika ditemukan di media sosial, kita di Tebo sudah ada tim cyber yang
berada di Polda, mereka akan bergerak jika mendapatkan laporan. Namun, untuk
mengantisipasi sejak dini kita terus turun ke Kecamatan, baik lewat
kegiatan Sholat Jumat dan upacara Kebhinekaan, dan yang kita sampaikan
disini jangan sampai kemajemukan jangan dijadikan sebagai
perpecahan," tegasnya.

Sementara itu, Tahun 2016 situasi Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan
Masyarakat di Kabupaten Tebo dalam kondisi baik dan dalam ambang sesuai
ketentuan, sehingga tidak ada hal-hal yang sangat dikhawatirkan.

"Kalau ditahun 2016 kemarin semua masih diambang sesuai ketentuan. Jadi
perlu diketahui bahwa kita Kesbangpolinmas dalam hal ini mengamati dan
mengawasi isu yang dapat membahayakan kesatuan NKRI, karena itu kami
mengajak kepada masyarakat harus cerdas dalam memilih
informasi," pungkasnya. (crew)


Related News