Tak Lakukan Perkerasan Jalan, Armada Perusahaan Dilarang Lewat Jalan Akong

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Apabila lima perusahaan besar tidak melakukan perkerasan jalan Akong yang merupakan jalan milik masyarakat kelurahan sungai bengkal kecamatan Tebo Ilir sampai batas waktu yang sudah ditentukan yakni sampai dengan tanggal 30 April 2017, maka kendaraan atau armada angkutan milik perusahaan tersebut dilarang lewat. Hal ini diungkapkan oleh Himawan Susanto, Camat Tebo Ilir sewaktu dijumpai awak media iruang kerjanya, Selasa (10/1) kemarin.

"Itu merupakan hasil kesepakatan antara lima perusahaan besar pengguna jalan Akong dengan tim perbaikan jalan Akong yang diketuai oleh M.Nur," ujarnya.

Dijelaskan Camat bahwa lima perusahaan itu adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit Gultom, PT.PAH, Dan perusahaan pertambangan batu bara PT.AAA, PT.KME serta PT.WPS.

Lanjutnya, ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya keluhan warga masyarakat terkait rusaknya jalan Akong, baik dimusim hujan maupun debu dimusim panas.

"Penderitaan itu bukan hanya dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di RT.17 simpang semangko, tapi juga pemilik kebun yang pada umumnya adalah warga kelurahan Sungai Bengkal," tambah Camat.

"Misalnya musim kemarau seperti sekarang, debu jalan sangat tebal. Kendati ada perusahaan yang memiliki truck tengki air, jalan yang belum dibantu tersebut tetap tidak bisa disiram secara maksimal  karena dikwatirkan jalannya bonyok apabila disiram air," katanya.

Dia juga mengatakan sejumlah perusahaan akan melaksanakan pengerasan jalan Akong sepanjang kurang lebih 5 KM dengan menggunakan batu elektrik dan masing perusahaan dibebankan pengerasan jalan sepanjang 1 KM.

"Itu merupakan kesepakatan yang dibuat bersama, hendaknya jangan ada yang mengingkarinya. Silahkan saja perusahaan mengambil keuntungan tapi tolong perhatikan masyarakat disekitarnya. Selain untuk kepentingan perusahaan juga, dengan melakukan perkerasan jalan tersebut berarti pihak perusahaan secara tidak langsung sudah membantu mengangkat ekonomi masyarakat," pungkasnya. (rsa)

Related News