Bersumpah Dihadapan MUI & LAM, Sukandar Bantah Selingkuh

Dari kiri Ketua MUI Tebo Rifai Ahmad, Pengurus LAM Tebo Jumiran, H Sukandar dan tim media center Suka-Syahlan.

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - H Sukandar yang nota bene salah satu Calon Bupati Tebo akhirnya angkat bicara terhadap isu perselingkuhan yang disudutkan kepadanya. Hal inipun dilakukannya dengan langsung mengucapkan sumpah dihadapan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Sekretaris Lembaga Adat Jambi (LAM) Kabupaten Tebo.

H Sukandar dihadapan sejumlah awak media dan dihadapan Ketua MUI Tebo Rifai Ahmad dan Sekretaris LAM Tebo Jumiran menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan perselingkuhan sebagaimana yang diisukan pada dirinya tersebut.

"Demi Allah dan Demi Rasulullah saya tidak pernah melakukan perzinaan, perselingkuhan dengan perempuan sebagaimana yang disebut di media sosial maupun pemberitaan dibeberapa media massa lainnya, itu tidak benar, itu adalah fitnah," tegas H Sukandar saat dijumpai di kediamannya.

Sedangkan untuk langkah yang akan diambil oleh H Sukandar terkait pemberitaan maupun fitnah yang disebar di media sosial maupun media massa lainnya, H Sukandar sepenuhnya menyerahkan kepada Tim Media Center dan Tim Advokasinya.

Terkait hal ini, dikatakan langsung oleh Ketua Media Center Sukandar-Syahlan, Slamet Irianto. Ia mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh pihaknya masih dalam pembahasan, namun secepatnya akan segera diputuskan.

"Kita melihat isu yang disebarkan baru - baru ini cenderung penggiringan untuk menjatuhkan seseorang (H Sukandar, red), jadi apa yang dijawab Bapak Haji Sukandar tadi adalah menjelaskan duduk persoalan yang sebenar-benarnya. Dan kami akan membahas ini dalam internal Tim baim dari Media Center maupun Tim Advokasi, secepatnya akan kita ambil keputusan," imbuhnya.

Sementara itu, dipertegas lagi oleh Slamet Irianto bahwa dengan telah bersumpahnya H Sukandar dihadapan Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Lembaga Adat Melayu Kabupaten Tebo ini, maka sudah jelas lah duduk persoalan sebagaimana yang dijelaskan oleh H Sukandar mengenai fitnah yang diarahkan kepada dirinya tersebut.

"Apabila sudah ada yang menyebut nama Allah dan nama Rasulullah, artinya ada aspek agama yang diterimanya, dan itu dilakukannya dengan Sungguh-sungguh, bahwa Beliau tidak melakukan hal yang difitnahkan kepada beliau tersebut," pungkasnya. (crew)


Related News