Tambang Batu Ilegal, Penghancur Jalan Tiga Desa Di Tebo Ulu

Aparat Kepolisian saat menerima salah satu perwakilan aksi demo untuk bertemu dengan Sekda Tebo Abu Bakar.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Diduga akibat banyaknya angkutan batu dari Galian C ilegal yang melebihi tonase, jalan di tiga desa yaitu Desa Pulau Jelmu, Bungo tanjung dan Pulau Panjang mengalami rusak parah.

Akibat kejadian tersebut, Pemerintah yang mendapat laporan langsung dari Warga Tiga Desa langsung mengambil inisiatif untuk memanggil Kepala Desa Ketiga Desa yang mempunyai Galian C ilegal tersebut dan melakukan survei ke lokasi jalan yang di rusak akibat mobil pengangkut batu tersebut.

Hal tersebut Langsung disampaikan Sekda Tebo, Abu Bakar dihadapan puluhan warga Tiga desa, dirinya mengatakan bahwa pihak Pemkab Tebo akan memanggil Kepala Desa Pulau Panjang, Pulau Jelmu, dan Bungo Tanjung yang diduga telah memberikan izin Galian C tersebut.

"Aspirasi dari warga telah kita dengar, dan kerusakan jalan tersebut akibat banyaknya truk pengangkut batu dari Galian C di tiga desa, kita akan memanggil kepala desanya," ujar Sekda.

Terkait parahnya kerusakan jalan di Tiga desa tersebut, Sekda Telah memerintahkan Pihak PU Tebo untuk langsung mengecek ke lokasi dan mencari solusi agar transportasi warga yang selama ini terhambat bisa dibenahi.

"Kita juga sudah memerintahkan PU untuk langsung ke lokasi mengecek jalan yang rusak tersebut," kata Abu Bakar.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Dinas PU Tebo, Hendri Nora. Dirinya mengatakan bahwa pihaknya bersama pihak Kepolisian akan mengecek ke lokasi jalan yang rusak akibat angkutan Galian C ilegal.

"Kita besok akan mengecek ke lokasi didampingi pihak Polres, untuk memastikan bahwa tidak ada lagi angkutan batu yang diduga menyebabkan jalan menjadi rusak," ungkap Hendri Nora.

Untuk diketahui, lanjut Kadis PU, untuk tahun 2016 ini, Pemkab Tebo telah menganggarkan dana sekitar Rp 16 Milyar untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tebo Ulu. 

"Intinya, kita berupaya melaksanakan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah," pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa pada Kamis (8/12) puluhan warga Tebo Ulu mengadukan kejadian tersebut ke pihak Pemkab Tebo untuk segera dilakukan perbaikan dan penghentian angkutan batu yang telah merusak jalan. (crew)


Related News