LT II Regu Penggalang Pramuka Kwartir Tebo Tengah Disorot

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Lomba Tingkat (LT) II Regu penggalang kwartir ranting
kecamatan Tebo Tengah yang dilakukan di Bumi Perkemahan Sekolah Tinggi Ilmu
Tarbiyah (STIT) Tebo yang terletak dibelakang rumah dinas Bupati Tebo
KM 03, dinilai tidak transparan.

Selain itu, LT II tersebut juga perlu perbaikan ke depannya seperti
perbaikan yang diharapkan oleh banyak pihak ini berkaitan dengan
pelayanan dari pihak panitia seperti Mandi cuci kakus (MCK) untuk peserta lomba yang
dinilai masih belum layak.

Kemudian, tekhnis kegiatan yang masih terlihat amburadul
dan transparansi pihak panitia ranting terhadap para peserta dan pendamping
yang dinilai masih belum transparan.

Salah satu peserta lomba LT II, Amas terkait hal ini kepada Teboonline.com
mengaku merasa tidak nyaman karena selaku peserta lomba putra,
pihak peserta lomba putra yang kondisi wilayah kemahnya terpisah dengan
kemah putri tidak disediakan tempat MCK yang membuat dirinya dan para
peserta lainnya merasa kesulitan saat hendak mandi, buang air hingga saat
hendak melaksanakan Sholat.

"Saat mandi dan sholat kami kebanyakan ke Masjid untuk melakukan hal
tersebut tanpa adanya arahan dari panitia. Pasalnya, untuk MCK hanya berada
dilokasi kemah putri dan keberadaan disana pun menurut informasinya untuk
keperluan para peserta putri masih juga belum memadai," jelasnya.

Dan untuk masalah lokasi mandi, walapun lokasi Masjidnya jauh dan selain
di Masjid, para peserta lainnya ada juga yang numpang mandi di rumah
keluarga yang mereka yang berada disekitar area perkemahan.

Dirinya berharap agar untuk LT II apabila ada diwaktu mendatang hal ini
harus menjadi perhatian penuh karena untuk keadaan MCK yang maksimal jelas
akan menjadi titik kenyamanan para peserta. Selain itu, pihak panitia juga
harus memperhatikan schedule kegiatan agar peserta tidak terlantar dan
panitia harus bisa menjadi contoh para peserta.

"Masak panitia ngajak berbaris dan memberikan akan tetapi hanya mengenakan
pakaian tidur disaat pelaksanaan apel pagi, itu kan aneh dan jelas akan
menjadi pembicaraan banyak peserta karena para peserta semua menggunakan
seragam pramuka lengkap," terangnya.

Terpisah, untuk biaya pendaftaran para peserta LT II, pembina peserta LT II
yang identitasnya enggan dipubilkasikan mengungkapkan bahwasanya untuk
pendaftaran pada acara tersebut (LT II regu penggalang, red), sangat
memberatkan.

Menurutnya, peserta harus membayar Rp. 1.000.000. Untuk jumlah siswa di sekolah yang tidak mencapai 100 siswa, apabila lebih dari 100 siswa, maka sekolah diwajibkan
membayar Rp. 1.500.000.

"Tadi saya nanya sama kepsek saya, beliau menyebutkan untuk sekolah yang
dibawah 100 siswa harus membayar RP. 1.000.000 dan apabila lebih maka
sekolah yang mendaftar harus membayar lebih dan itu sesuai dengan hasil
rapat panitia yang diberitahukan ke kepala sekolah yang sekolahnya hendak
ikut kegiatan," bebernya.

Dirinya pun menyayangkan dengan keberadaan panitia karena dengan anggaran
yang besar, fasilitas yang diberikan masih belum layak hingga membuat
keadaan lingkungan terasa kotor karena tidak sedikit peserta yang tidak
memiliki keluarga diarea perkemahan harus buang air disekitar lingkungan
kemah.

Apalagi menurut informasi yang beredar, hanya ada 11 sekolah
di kecamatan Tebo Tengah yang tidak ikut LT II, ditambah lagi panitia
beserta pemuda sekitar membuka area parkir, jelas untuk pendanaan pihak
panitia bisa memberikan fasilitas secara maksimal.

"Harusnya dengan anggaran yang ada apabila panitia transparan maka hal ini
tida terjadi karena jika lewat diarea semak-semak yang ada disekitar area
kemah, akan tercium aroma yang tidak sedap. Saya tidak menyalahkan para
peserta karena memang keadaan MCK masih belum layak," ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya sekretaris panitia LT II, Zainal menyebutkan
untuk kegiatan LT II yang ikut ada 37 pangkalan dan 11 pangkalan yang tidak
mengikuti kegiatan perkemahan.

"Seharusnya ada 48 pangkalan yang ikut LT II, akan tetapi ada 11 sekolah
yang tidak ikut LT II tahun 2016 ini. Jadi total keseluruhan yang ikut ada
37 pangkalan," jelasnya. (crew)

Related News