Kelola Dana Desa, TPK Sukadamai Diduga Mark Up Pembangunan TK Pertiwi

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Proyek Pembangunan Gedung PAUD/TK Desa Sukadamai Kecamatan Rimbo Ulu yang dibiayai oleh Dana Desa (DD) Tahun 2016  yang dikerjakan oleh Tim Pengelolaan Kegiatan (TPK) Desa Sukadamai,  diduga di Mark Up.

Pasalnya, besarnya anggaran yang terpampang di papan proyek yakni Rp 295 Juta lebih dengan  realisasi hasil Pembangunan Fisiknya diduga kuat juga tidak sepadan yakni membangun dua ruang kelas ukuran 6x15 M dengan satu atap.

Saat sejumlah awak Media, mencoba menemui Kades dan Sekdes Sukadamai untuk konfirmasi terkait Pembangunan PAUD/TK Sukadamai, perangkat desa tersebut mengatakan Pembangunan telah berjalan dengan benar.

"Pembangunan PAUD/TK sudah kami jalankan dengan benar," kata Kades Sukadami, Solikin.

Sekata dengan Kades, Sekdes Desa Sukadamai yakni Marban meminta kepada awak Media jika merasa tidak Suka mempersilahkan diberitakan dan dilaporkan.

"Silahkan saja diberitakan, bila perlu dilaporkan karena kami juga siap bertangung jawab kepada atasan," tukas Marban yang notabene Suami dari salah satu anggota DPRD Tebo.

Sementara itu, Muhammad Husni, salah satu pemerhati pembangunan Kabupaten Tebo sangat menyayangkan apabila pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Suka Damai diwarnai dengan indikasi - indikasi yang berujung pada tidak sesuainya dengan petunjuk Tekhnis (Juknis) dan Petunjuk pelaksana (Juklak) penggunaan ADD dan DD.

"Penggunaan ADD dan DD oleh desa ini sangat rawan sekali, bukannya kita menuduh TPK Suka Damai berbuat sampai sejauh itu. Biasanya modus untuk meraup keuntungan dari ADD dan DD ini ya seperti penggelembungan anggaran dalam suatu item seperti pembangunan gedung misalnya," ujar Husni sapaannya, Selasa (18/10).

Dalam pembangunan gedung itu misalnya lanjutnya, total nilai pagunya Rp 295 Juta. Kemudian dalam perjalanannya pembangunan gedung itu dipertanyakan oleh warga karena nyatanya gedung tersebut kalau dikalkulasikan dibangun sampai selesai tidak sampai menghabiskan dana Rp 295 Juta.

"Disaat ada warga yang mempertanyakan, TPK gampang saja cuci tangan dengan modus dari nilai Rp 295 Juta itu tidak terserap semua dalam pembangunan gedung itu. Sisanya ya dijadikan Silva dan jadi kas desa. Kalau tidak ada warga yang mempertanyakan, ya maaf ngomong saja, anggaran segitu banyaknya pasti tidak sampai jadi silva dan dibuat lah oleh TPK bahwa anggaran tersebut terserap semua dalam proyek itu," ungkap Husni ini dengan lugas. 

Makanya urai Endita lagi, Kades atau Sekdes Suka Damai seenaknya saja saat dikonfirmasi media tentang dugaan Mark Up tersebut. Namun Endita lebih jauh mengingatkan kepada para pengelola ADD dan DD untuk tidak bermain - main dalam mengelolanya. (bud/crew)

Related News