Gila.... Di SMPN 18 Kabupaten Tebo Diduga Ada Pungli

TEBOONLINECOM, MUARATEBO - Ditengah - tengah Presiden RI dan Kapolri menyuarakan pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) disemua lini dan memerintahkan untuk sabet Pungli, namun lain pula yang terjadi di  SMPN 18 Kabupaten Tebo.

Di sekolah yang dikepalai oleh Suyadi S.Pd dan berdiri di desa Sapta Mulia Kecamatan Rimbo Bujang ini, baru - baru ini wali muridnya dikeluhkan oleh Pungutan sebesar Rp 95 Ribu untuk pembelian buku Lembar Kerja Siswa (LKS).

Pungutan yang diberlakukan kepada setiap siswa ini, menurut wali murid yang tak mau disebut namanya mengatakan bahwa pungutan tersebut cukup memberatkan.

"Ditengah kondisi ekonomi yang lagi ngenes ini bang, kami keberatan sama pungutan beli buku LKS di sekolah. Meskipun kami bayar itu pun karena terpaksa karena anak kami ingin belajar di sekolah," sebut wali murid ini pada Tebo online, Senin (24/10).

Sementara itu lanjut wali murid ini, Pak Presiden dan Pak Kapolri sedang memberantas Pungli, di SMPN 18 Tebo ini termasuk Pungli menjual buku meskipun itu buku LKS.

"Kami minta kepada pihak dinas untuk merespon keluhan wali murid ini agar tidak terulang lagi," kata wali murid ini lagi.

Kepala SMPN 18 Tebo, Suyadi saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya menjual buku LKS kepada siswanya.

"Yang dijual itu buku LKS dan itu bukan termasuk Pungli dan aturan pelarangan jual buku itu kan jual buku K13, kalau buku KTSP belum ada aturannya," sebut Suyadi saat dihubungi via HP.

Sementara, Presiden RI  baru - baru  ini mengeluarkan Perpres No 87 tahun 2016 tentang larangan PUNGLI disemua instansi/pemerintah. (santos)

Related News