Parah..... Oknum PNS Kantor Camat Tebo Tengah Ditangkap Polisi Karena Edarkan Sabu

Kapolres Tebo AKBP Aman Guntoro memperlihatkan barang bukti Narkoba hasil penangkapan dari pengedar. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Operasi yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Tebo selama tiga Minggu terakhir ini berhasil mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 88
gram sabu dan 226 gram ganja. Barang bukti narkoba tersebut diamkan dari
dua bandar dan satu pengedar narkoba yang berhasil ditangkap Satreskrim
Polres Tebo di tempat yang berbeda.

Dua bandar yang berhasil diamankan ialah Ilham Daruna Bin Arfan Ependi (26)
warga Desa Pulau Panjang Kecamatan Tebo Ulu dan Suparmin Alias PM Bin
Sutomo (37) Warga Kelurahan Wiroto agung Kecamatan Rimbo Bujang.

Dari tangan Tersangka Ilham yang berhasil ditangkap Rabu (31/8), diamankan
barang bukti 226 Gram Ganja Kering. Sedangkan dari tangan Suparmin yang
ditangkap pada Jumat (9/9) diamankan 88 gram Narkoba jenis Sabu.

Selain dua bandar, Satuan Narkoba Polres Tebo juga berhasil mengamankan
satu pengedar narkoba yanng juga merupakan PNS yang bertugas di Kantor
Camat Tebo Tengah. Pelaku ialah Abdul Kadir Jailani Alias Jai Bin Abdul
Hamid Warga Desa Semabu Kecamatan Tebo Tengah. Dari tangan tersangka yang
ditangkap pada Kamis (25/8) diamankan sebanyak 0,20 gram sabu.

Kapolres Tebo, AKBP Aman Guntoro saat konferensi Pers mengatakan bahwa
penangkapan dua bandar dan satu pengedar ini merupakan hasil operasi satuan
narkoba polres Tebo selama 3 Minggu terakhir. Sedangkan untuk dua bandar
yang ditangkap merupakan residivis dan sudah menjadi DPO.

"Penangkapan 3 tersangka dan barang bukti ini merupakan hasil operasi
selama 3 Minggu terakhir, untuk bandar, keduanya merupakan resedivis dan
sudah menjadi DPO karena pernah berhasil kabur saat ingin ditangkap
sebelumnya," ujar Kapolres.

"Sedangkan untuk tersangka satunya lagi ialah AK merupakan salah satu PNS
di Kabupaten Tebo dan merupakan pengedar, saat ini masih terus dilakukan
pengembangan," tambah Kapolres.

Untuk ketiga tersangka akan dijerat dengan Undang-undang no 35 tahun 2009
tentang narkoba dengan ancaman maksimal hukuman mati. "Untuk ketiganya kita
jerat dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 Tentang narkoba dengan
ancaman 20 tahun penjara sedangkan untuk bandar bisa human mati," tuntas
Kapolres. (crew)

Related News