Proyek Listrik Desa Sungai Karang Syarat Pungli, Warga Dipungut Biaya SLO Rp 300 Ribu

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Proyek pembangunan jaringan listrik di desa Sungai Karang Kecamatan VII Koto Ilir pada tahun 2016 ini sedang berlangsung, masyarakat setempat pun menyambutnya dengan suka cita. Namun, ditengah suka cita tersebut, warga merasa tercekik dengan biaya pemasangannya.

Pada proyek tersebut, yang bersumber dari dana Pemerintah adalah pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR). Untuk pemasangan KWH dan Instalasi, warga selaku calon pelanggan dikenai biaya pemasangan.

Diketahui, semua pelaksana tekhnisnya adalah kontraktor dan sebagai penengah antara warga dengan kontraktor adalah panitia bentukan desa setempat dimana panitia itu yang melakukan penarikan biaya pemasangan kepada warga.

Untuk di desa Sungai Karang, kurang lebih ada 300 Kepala Keluarga (KK) sebagai calon pelanggan. Yang membuat warga merasa tercekik adalah pada biaya pemasangan KWH, Instalasi listrik dan ada pungutan untuk biaya SLO (Sertifikat Laik Operasi).

Masing – masing KK dipungut biaya sebesar Rp 2.850.000 untuk biaya pemasangan KWH daya 1300 VA dan pemasangan Instalasi listrik dalam rumah. lebih parahnya lagi, warga disana pun dipungut biaya untuk SLO sebesar Rp 300 Ribu.

Sementara, sesuai procedural PLN dalam pemasangan KWH listrik, calon pelanggan untuk mendaftar dengan datang sendiri ke kantor PLN dimana biaya untuk pemasangan KWH daya 1300 VA sebesar kurang lebih Rp 1.300.000 dan biaya untuk SLO sudah termasuk didalamnya.

Untuk pemasangan instalasi listrik kurang lebih tiga titik, biasanya hanya dikenakan sekitar Rp 500 Ribu. Artinya,  pada pemasangan KWH listrik di desa Sungai Karang tersebut syarat dengan pungutan liar dan panitia sebagai pengurus didalamnya mengambil keuntungan sebesar Rp 1.350.000/kk.

“Untuk semua biaya pemasangan, panitia tidak ada musyawarah dulu sama warga. Anehnya lagi, warga dipungut pula biaya SLO Rp 300 Ribu/KK, biasanya kan sudah didalam biaya pasang KWH,” ujar warga setempat yang tak mau disebut namanya mengaku pada Teboonline.com.

Sementara itu, Manajer PLN Rayon Muara Tebo, Zam Zami saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa apabila ada warga akan memasang KWH baru, itu harus mendaftar langsung ke kantor PLN.

“Kalau warga mau pasang KWH 1300, biayanya sekitar Rp 1.300.000 dan biaya itu sudah termasuk untuk biaya SLO. Biaya SLO sendiri sekitar Rp 85 Ribu, tidak sampai Rp 100 Ribu dan setiap daya KWH itu beda – beda biayanya, semakin tinggi daya KWH makin tinggi biaya SLO,” ujar Zam Zami saat dikonfirmasi Teboonline.com, Rabu (31/8). (crew)



Related News