Miris...... PPDB, SMA Bhakti Wasita Rimbo Bujang Hanya Dapat 10 Siswa

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2016/2017 khususnya ditingkat SMA di Kabupaten Tebo, banyak menyisakan persoalan. Misalnya, siswa baru banyak yang menumpuk pada salah satu sekolah Negeri atau yang dianggap favorit.

Akibatnya, sekolah lain terlebih lagi sekolah yang bestatus swasta tidak kebagian siswa. Salah satu contoh adalah SMA Bhakti Wasita (BW) yang beralamat di jalan RA Kartini Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang.

SMA Bhakti Wasita yang dikepalai oleh Hargem Isla ini, pada PPDB tahun ini hanya dapat siswa sebanyak 10 orang. Padahal, pihak sekolah sendiri sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Namun apa daya, kondisi itu diakibatkan karena sekolah lain yang berstatus Negeri menerima siswa baru sampai melebihi kuota yang telah ditentukan.

“Pada PPDB ini kita (SMA BW_red) hanya dapat 10 anak (Siswa_red),” tutur Hargem Isla sambil mengusap dahinya saat dikonfirmasi Teboonline.com, Selasa (26/7).

Hargem mengungkapkan secara terang – terangan apa penyebab SMA yang dikepalainya hanya dapat 10 orang siswa, menurutnya karena ada beberapa sekolah yang ia tak mau sebutkan namanya, menerima siswa baru dengan melebihi jumlah kuota yang telah ditentukan dan disepakati dalam rapat para kepala sekolah.

“Dalam kesepakatan misalnya sekolah A harus menerima siswa sesuai jumlah siswa yang diluluskan, misalnya meluluskan 6 kelas, dalam kesepakatan itu Sekolah A tersebut harus menerima siswa baru sebanyak 6 kelas. Tapi ini tidak, Sekolah A malah menerima lebih sampai menambah 2 kelas,” ungkap Hargem.

Sebenarnya lanjutnya, dirinya pernah memberikan masukan dan pertanyaan kepada forum Kepala Sekolah dan Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo tentang apa sanksi yang diberikan kepada Kepala Sekolah yang melanggar kesepakatan dan peraturan tentan PPDB yang melebihi kuota yang telah ditentukan.

Namun, masukan dan pertanyaan tersebut tidak direspon sama sekali bahkan malah menjadi kebiasaan sehingga sangat berakibat kepada sekolah kecil seperti SMA BW yang nyaris mati ini.

Yang kedua diuraikan Hargem lagi, imbas dari minimnya jumlah siswa baru di SMA Bhakti Wasita, secara otomatis mengancam hilangnya tunjangan Sertifikasi Guru. Karena jumlah siswa perlokal tidak sampai 20 orang. Dalam data Dapodik, jumlah siswa minimal adalah 20 orang sehingga Guru yang mengajar tersebut bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi. (crew)

Related News