Vaksin Palsu Resahkan Warga Kabupaten Tebo

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Kegundahan para Ibu terhadap Balitanya mulai muncul saat adanya pemberitaan di media terkait terbongkarnya peredaran Vaksin palsu dimana peredaran Vaksin palsu tersebut diketahui sejak tahun 2003 lalu.

Salah satunya adalah Irma, salah seorang Ibu yang tinggal di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi yang sedang memiliki momongan seorang Balita laki – laki. Meskipun dalam pemberitaan tentang Vaksin palsu di tiga daerah yakni Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta telah dibongkar oleh Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, namun tetap saja Ibu ini resah.

Ibu ini mengaku takut ingin memvaksinkan anaknya yang baru berusia delapan bulan akibat isu vaksin palsu. Dia was-was vaksin palsu juga beredar di Kota Kabupaten Tebo.

"Anak saya masih harus vaksin campak, tetapi sekarang masih was-was, soalnya di televisi katanya vaksin palsu beredar di Jawa Barat, siapa tau sampai juga di Kabupaten Tebo ini," ucap Irma saat dijumpai di rumahnya, Senin (27/6) oleh Teboonline.com.

Sonia, salah satu Ketua Posyandu di Kabupaten Tebo menuturkan hal serupa. Setelah isu vaksin palsu beredar, masyarakat terutama ibu-ibu mengaku resah untuk membawa anaknya ke Posyandu. Dia pun khawatir, isu vaksin palsu tersebut menganggu program pemberian imunisasi polio tahap kedua yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

"Banyak yang mengeluh, mereka takut anak mereka lumpuh karena di vaksin. Ini juga yang datang ke Posyandu sedikit. Entah karena sudah mudik, atau karena isu itu. Kami takut gara-gara isu tersebut warga jadi takut mengimunisasi anaknya," tutur Sonia.

Dia pun berharap ada sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo kepada masyarakat. Sehingga tidak ada kekhawatiran orang tua untuk memvaksin anaknya.

"Kami di tingkat Posyandu juga butuh kepastian dari pemerintah supaya kami bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat. Soalnya kita dituntut agar masyarakat mau datang ke Posyandu, kalau masih ada isu seperti ini, takut mengganggu program kami," ucap dia. (crew)



  

Related News