Friday, June 17, 2016

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Rokhim, warga desa Suka Maju Kecamatan Rimbo Ulu membantah bahwa puteranya almarhum Dian Reza Al Faruq yang masih balita berusia 5 bulan yang meninggal usai di suntik Imunisasi, memiliki riwayat penyakit Jantung seperti yang disebutkan oleh pihak Puskesmas Rimbo Ulu.

Hal itu diungkapkan oleh Orang tua Rokhim, Kardimin yang nota bene adalah Kakek dari Balita yang meninggal tersebut.

"Cucu saya Dian Reza Al Faruk tidak punya riwayat kelainan Jantung. Karena sebelumnya pernah dibawa berobat ke Dokter Specialis anak Pak Krisna jauh hari sebelum di Imunisasi itu, kami selaku orang tua dari Reza tidak terima kalau Puskesmas nyebut ada riwayat penyakit Jantung. Sewaktu berobat ke Dokter Specialis, itu hanya Pilek saja kata Dokternya," ungkap Kardimin pada Teboonline.com, Jumat (17/6).

Adanya tanda warna Biru di Bibir dan ujung jari tangan kanan almarhum lanjut Kardimin, itu adalah tanda Bayi almarhum dari lahir atau memang sudah ada sejak lahir dan bukan karena penyakit Jantung. Yang jelas, habis di Imunisasi, badan almarhum panas, muntah - muntah dengan mata ke atas dan meninggal dunia saat di rujuk di Rumah sakit Muara Bungo, Senin (13/6).

Sementara itu, M.Husni, salah satu tokoh Pemerhati Kesehatan Kabupaten Tebo saat dimintai komentarnya terkait hal itu sedikit menyayangkan tindakan pihak Puskesmas Rimbo Ulu. Misalnya balita yang meninggal usai di Imunisasi itu benar memiliki riwayat penyakit jantung, harus lah dilakukan uji atau observasi lebih mendalam lagi dengan transparan dan terbuka.

Jangan seolah - olah cuci tangan dengan mengalihkan pembentukan opini lain. Sementara, dalam hal ini yang sedang berduka adalah masyarakat awam yang tidak tahu dengan hal - hal medis. Namun, Husni menegaskan akan siap mendampingi orang tua almarhum untuk membuka tabir meninggalnya balita 5 tahun ini.

Apakah benar meninggal karena memiliki penyakit jantung atau karena ada sebab lain yang terkait dengan tindakan suntikan Imunisasi tersebut. "Kami akan mendampingi orang tua si Balita, masyarakat awam harus diberi pencerahan ketika menghadapi persoalan semacam ini. Apalagi soal kematian bayi dimana Pemerintah saat ini sedang galak untuk menekan angka kematian bayi," pungkas Husni. (zamani)