Perda Tebo Nomor 8 Tahun 2014 Dinilai Masih Lemah

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Meski Perda nomor 8 tahun 2014 dianggap masih lemah,
namun semua itu masih bergantung pada pola yang dilakukan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tebo dalam melakukan razia. Hal ini dikatakan langsung oleh salah satu peternak hewan, Man.

"Untuk sebagian besar peternak mungkin sudah mengetahui bahwa hewan ternak seperti sapi dan sejenisnya itu hanya sebagai pekerjaan sampingan, jadi tidak bisa dikontrol terus," ujarnya.

Dirinyapun berharap bahwa pihak Pol PP setidaknya bisa menghimpun semua peternak Sapi yang ada dikawasan kota/kabupaten Tebo untuk melakukan sosialisasi demi ketertiban keberadaan hewan ternak dengan cara musyawarah bersama.

"Apabila semua peternak dan Pol PP serta beberapa pihak terkait seperti dinas Peternakan dilibatkan, ada kemungkinan semua bakal ada jalan keluarnya," tuturnya.

"Yang perlu diingat mencari jalan keluarnya secara bersama, bukan hanya beberapa oknum saja. Jika perlu semua peternak hewan yang kerap mengganggu arus jalan yang ada di Tebo ini diajak agar Tebo benar-benar steril," tuturnya lagi.

Sekedar mengingatkan seperti permasalahan Hewan ternak yang telah ditautkan dalam Perda nomor 8 tahun 2014 sepertinya tidak akan pernah mengalami perubahan dan keberadaan hewan ternak sepertinya pun akan terus saja mengganggu pengendara hjlan lintas yang berada di Kabupaten
Tebo.

Kepala satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Taufik Khaldy saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Perda nomor 8 tahun 2014 tentang ketertiban hewan ternak untuk saat ini masih kurang efektif apabila tidak sebanding dengan kesadaran masyarakat karena hewan ternak akan tertib apabila petugas sedang melaksanakan razia ternak.

"Saat ini untuk ketertiban keberadaan hewan ternak masih sulit untuk dilakukan dikarenakan kurangnya kesadaran dari masyarakat," ujar Taufik.

Taufik pun menegaskan, apabila mau melakukan penyadaran masyarakat terhadap keberadaan ternak hewan seperti sapi, kambing dan yang lainnya akan terasa sulit untuk dilakukan karena berbenturan dengan Perda yang ada.

"Bilamana dalam razia ada hewan ternak yang terjaring razia, itu tidak akan memberikan efek jera kepada pemilik ternak karena setiap hewan ternak yang tertangkap pasti akan berbenturan dengan Perda dan hasil raziapun akan dibawa pulang kembali oleh pemiliknya. Dan pihak kita pun hanya bisa memberikan himbauan," jelas Taufik.

Untuk sebatas himbauan, Taufik membeberkan bahwa hal tersebut masih kurang efektif, Jadi harus ada tindakan tegas dan pihak dinas peternakan bila perlu juga ikut terlibat agar terjalin kerja sama yang baik antara Pol PP, Dinas peternakan dan masyarakat itu sendiri demi terjalinnya keadaan Tebo yang kondusif.

"Untuk tindakan penertiban hewan ternak alangkah lebih baik apabila pihak lain seperti dinas Peternakan juga ikut dilibatkan," harap Taufik. (crew)

Related News