Sunday, June 5, 2016

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Jelang pelaksanaan puasa pada tahun 2016 ini, harga gas 3 kg naik hingga  Rp 25.000 yang semulanya masih bermain diangka Rp 22.000.

Pengguna gas 3 kg, Rohim pada Teboonline.com menuturkan bahwa untuk harga gas sudah naik. Dan itupun naiknya secara mendadak yang berdampak pada keluhan banyak konsumen gas 3 kg tersebut karena tidak ada pengumuman yang menyatakan bahwa gas akan naik.

"Sempat kaget saja pas beli gas 3 kg, tau-tau saja sudah naik," ujarnya.

Dirinya pun mengakui bahwa Pada momen jelang puasa sebenarnya memang banyak harga barang yang naik. Tapi setidaknya harus ada pemberitahuan terlebih dahulu agar masyarakat banyak tidak terlalu kaget karena ditakutkan dengan naiknya harga gas, masyarakat akan kembali menggunakan kayu api untuk memasak.

"Kalau sudah seperti ini sepertinya akan banyak orang yang kembali memasak menggunakan kayu api dan tungku," kesalnya.

Terpisah, salah satu penjual gas 3 kg di Kecamatan Tebo Tengah terkait naiknya Harga gas 3 kg, Syahrul menuturkan bahwa kenaikan harga gas yang semula dijual 22.000 rupiah namun saat ini sudah naik ke harga 25.000 rupiah memang sudah terjadi dari selasa (01/06) kemarin.

Dan penjualan dengan harga yang naikpun sudah tidak dipungkiri lagi karena para pedagang terpaksa harus menjual dengan harga 25.000 karena harga dipangkalan memang sudah mulai merangkak naik.

"Mau tidak mau kita disini jual gas tabung 3 kg dengan harga 25.000 rupiah karena memang modalnya sudah naik," jelasnya.

Saat ditanya apakah kenaikan ini dilakukan dengan cara sepihak atau memang ada kenaikan harga dari distributor pusat, dirinyapun mengaku bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan. Namun dari informasi yang beredar, jika menjelang puasa kebanyakan harga barang-barang memang akan naik meski tidak diketahui penyebab dari kenaikan harga barang tersebut.

"Seperti biasa, Menurut informasi naiknya harga gas ini karena memasuki momen puasa Ramadhan nantinya, jadi bagi yang sudah biasa ya maunya diapakan lagi," keluhnya.

Sementara itu, kabid perdagangan perindagkop Tebo, Asmuni saat dikonfirmasi menepis dengan kenaikan harga tabung gas 3 kg tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa untuk harga gas 3 kg dari pertamina masih sesuai dengan harga sebelumnya.

Namun, untuk penyebab kenaikan harga gas itu sendiri karena ulah dari para pedagang toko yang tidak mengambil langsung dari pangkalan gas melainkan mengambil stok ditoko-toko lainnya. Jadi mau tidak mau mereka menjual diatas harga rata-rata karena saat pengambilan gas dilakukan, harganya sudah beda dengan harga pangkalan gas.

"Kalau ngambil gasnya ditoko maka para pedagang sulit untuk mendapatkan harga seperti dipangkalan gas. Itulah penyebab terjadinya kenaikan gas," jelasnya.

"Hal inipun terjadi karena kelangkaan gas 3 kg dipangkalan gas sehingga para pedagang gas yang berada di toko biasa terpaksa mengambil gas ditoko lainnya, bukan dipangkalan. Dan informasi ini resmi dari laporan anggota perdagangan di perindagkop Tebo yang turun langsung kelapangan," jelasnya lagi.

Asmuni pun menghimbau agar para pedagang Gas, baik itu di toko, kios maupun pangkalan gas agar tidak menjual gas elpigi kepada warga yang berdomisili diluar area pangkalan para pedagang agar tidak terjadi kehabisan stok gas yang untuk sementara waktu ini keberadaannya masih belum mencukupi untuk kebutuhan masyarakat banyak secara maksimal.

"Untuk para pedagang, juallah gas sesuai dengan keberadaan para konsumen demi mengantisipasi keberadaan stok gas agar mencukupi," tukasnya. (crew)