Berpasangan Dengan Tono, Hamdi Akui Dapat Dukungan Dari NU Maju Di Pilkada Tebo

Hamdi - Tono saat menghadiri pengajian NU di desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO  - Kemesraan dari bakal duet Hamdi-Tono pada perhelatan
Pilkada periode 2017-2022 semakin menguat, hal ini terbukti dari pertemuan saat berada di pengajian Nahdhatul ulama (NU) yang dilaksanakan di desa perintis unit I Kecamatan Rimbo Bujang.

Pantauan dilapangan, dari pengajian NU di kecamatan Rimbo bujang yang selalu dilaksanakan setiap 3 bulan sekali ini, dari semua tokoh yang tergabung dalam bakal calon, hanya Hamdi dan Tono lah yang diundang oleh panitia pelaksana pengajian karena basic dari kedua bakal calon kepala daerah
tersebut adalah NU Murni.

Akan hal ini, Hamdi salah satu bakal calon pada pilkada Tebo mendatang mengakui dengan adanya pengajian tersebut. Dirinyapun juga kembali mengakui bahwa dari para tokoh yang banyak untuk mencalonkan diri, yang diundang Hanya saya (Hamdi, red) dan Tono. Hal itupun dilakukan bukan hanya sebatas undangan pengajian, melainkan juga pertanyaan dukungan terhadap sesama NU.

"Salah satu sesepuh NU di Rimbo Bujang, Mbah Marijo kemarin saat saya ikut pengajian NU dirimbo bujang menyatakan bahwa orang NU bakal dukung orang NU, nggak mungkin LDII," ungkap Hamdi pada Teboonline.com.

Untuk acara pengajian yang dilaksanakan beberapa waktu lalu tersebut, Hamdi menjelaskan bahwasanya yang diundang memang khusus untuk anggota NU. Selain dari para sesepuh, yang jelas permintaan dari NU, yang menjadi pemimpin seharusnya orang NU, bukan dari yang lain.

"Orang NU mengharapkan pemimpin dari NU sendiri," ucapnya.

Sementara itu, Hamdi juga memaparkan terkait pasangan calon (Paslon) untuk maju, itu tergantung dari Wartono, kalau memang maju, maka kami akan berpasangan pada pilkada 2017-2022 mendatang.

"Kalo Tono tidak maju akan terasa susah untuk mencari pasangan dari incumbent, tapi pernyataan dari beliau (Wartono, red), dirinya siap maju," tegas Hamdi.

Lebih jauh dijelaskan Hamdi, Untuk survei di PDI pada saat ini sudah turun selama seminggu yang dilakukan dari lembaga survei indonesia (LSI), mudah-mudahan sesuai dengan yang diharapkan pada akhir bulan ini.

"Lembaga survei dari utusan PDIP sudah turun, kita tunggu hasil surveinya di akhir bulan juni," tutupnya. (crew)

Related News