Gila….. Ustad Ponpes Raudhatul Mujawwidin Tirta Kencana Diduga Aniaya & Cukur Paksa Santri

Kantor Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin desa Tirta Kencana Rimbo Bujang, Tebo.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Ditengah maraknya pelaku kejahatan seksual terhadap anak, kini muncul pula kejadian tindakan arogansi terhadap para Santri oleh seorang Ustad di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Hal itu terungkap pada Jumat (3/6), ada dua orang wali santri yang mendatangi Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin pimpinan Burhan Jamil tersebut. Dua wali santri tersebut menuntut pihak Pondok karena salah seorang Ustad yang bertugas di Pondok tersebut telah melakukan penganiayaan terhadap santri.

Dua wali santri yang mendatangi Pondok tersebut mengaku bahwa putranya yang menjadi santri Ponpes Raudhatul Mujawwidin itu telah dianiaya oleh seorang Ustad berinisial HD. Kedatangan dua wali santri itu pun mewakili dari wali santri lainnya yang anaknya telah menjadi korban penganiayaan sang Ustad.

Tercatat, ada 20 orang santri termasuk putra dari dua wali santri tersebut yang mengaku dan telah membuat surat pernyataan bahwa mereka (Santri_red) telah dianiaya oleh sang Ustad.

Dalam surat pernyataan yang dibuat oleh santri satu persatu diantaranya, santri mengaku pernah ditampar dan dicukur paksa oleh sang Ustad dan yang paling banyak dalam pernyataan itu, santri banyak yang mengaku ditampar dan kejadian itu pun sudah berlangsung lama.

Tidak hanya itu saja, sang Ustad pun sering marah – marah tanpa sebab dan kepada Santri sering menantang dengan menyampaikan kalau Sang Ustad tersebut tidak takut dengan siapapun dan berani dengan orang satu desa.

Karena belasan santri Ponpes Raudhatul Mujawwidin ini tidak tahan dengan perlakuan Ustad setiap harinya, akhirnya para santri ini pun mengadukan ke orang tuanya dan akhirnya para wali santri ini melakukan aksi ke Pondok.

“Betul sekali anak kami (Santri_red) yang mondok di Ponpes Raudhatul Mujawwidin di aniaya sama Guru (Ustad_red) disana, ada yang ditampar dan dicukur paksa. Kami tidak terima dengan perlakuan ini, anak di sekolahkan di Pondok biar pintar, bukan untuk ditampari, karena ditampari terus anak kami jadi takut masuk ke pondok,” kesal wali santri yang tak mau disebut namanya pada Teboonline.com, Jumat (3/6).

Sementara itu, salah seorang pengelola Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Tirta Kencana, Bu Nyai yang nota bene adalah Istri dari Burhan Jamil, saat dikonfirmasi Teboonline.com terkait hal itu membantah.

“Tidak ada kejadian itu mas disini, Guru disini baik – baik semua,” jawab pengelola Pondok itu dengan singkat. (zam) 

Related News