DPRD Tebo Bakal Investigasi Kasus Kematian Balita Usai Di Imunisasi Di Rimbo Ulu

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tebo, Syamsurizal angkat bicara terkait hebohnya pemberitaan di media massa yang menyebutkan adanya seorang Balita (Dian Reza Al Faruq_red) di Kecamatan Rimbo Ulu meninggal dunia usai di suntik Imunisasi.

“Dewan sangat perihatin atas kejadian itu dan Kita DPRD Tebo, siap membentuk Pansus (Panitia Khusus_red) untuk menindaklanjuti Kasus ini dan akan melakukan investigasi ke bawah guna mengungkap misteri kasus kematian Balita  Dian Reza Al Faruq di Rimbo Ulu ini,” tegas Syamsurizal pada Teboonline.com, Sabtu (18/6).

Bakal dibentuknya Pansus ini lanjut Iday sapaan hariannya, untuk meluruskan apa yang sebenarnya yang terjadi. Karena, ini menyangkut tentang persoalan kemanusiaan dimana Balita buah pasangan dari Rokhim dan Eka warga desa Suka Maju Kecamatan Rimbo Ulu ini dikabarkan meninggal dunia usai di suntik Imunisasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, balita Dian Reza Al Faruq yang berusia 5 bulan ini meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Muara Bungo. Balita ini menderita panas badan dan kejang disertai muntah – muntah dan mengeluarkan cairan dari Hidung setelah beberapa jam usai di suntik Imunisasi oleh Bidan Rahmah di Pustu desa Suka Maju Kecamatan Rimbo Ulu pada Senin (13/6).

Paska meninggalnya sang Balita tersebut, pihak Puskesmas Rimbo Ulu menyebut bahwa Balita tersebut memiliki riwayat penyakit Jantung sebagai salah satu pemicu nyawa Balita tersebut meninggal dunia.

Namun, pernyataan pihak Puskesmas tersebut dibantah keras oleh Kardimin, Kakek dari Balita tersebut. "Cucu saya Dian Reza Al Faruk tidak punya riwayat kelainan Jantung. Karena sebelumnya pernah dibawa berobat ke Dokter Specialis anak Pak Krisna jauh hari sebelum di Imunisasi itu, kami selaku orang tua dari Reza tidak terima kalau Puskesmas nyebut ada riwayat penyakit Jantung. Sewaktu berobat ke Dokter Specialis, itu hanya Pilek saja kata Dokternya," ungkap Kardimin pada Teboonline.com, Jumat (17/6).

Adanya tanda warna Biru di Bibir dan ujung jari tangan kanan almarhum lanjut Kardimin, itu adalah tanda Bayi almarhum dari lahir atau memang sudah ada sejak lahir dan bukan karena penyakit Jantung. Yang jelas, habis di Imunisasi, badan almarhum panas, muntah - muntah dengan mata ke atas dan meninggal dunia saat di rujuk di Rumah sakit Muara Bungo.


Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI ) Kabupaten Tebo, melalui anggotanya dr.Pinasa Haloho dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya tidak banyak berkomentar terkait hal itu. Menurutnya, Kasus dugaan meninggalnya Dian Reza Al Faruk Bin Rokhim menyangkut birokrasi dan penyelesainnya ada pada pihak Puskesmas Rimbo Ulu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo. (zam/hus)

Related News