Di Pasar Tanjung Bungur Harga Daging Sapi Tinggi, Picu Turunnya Angka Pembeli

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kenaikan harga daging di pasar tradisional Tanjung Bungur Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo sepertinya menjadi bumerang tersendiri bagi para pedagang. 

Pasalnya, dengan harga yang naik jelang puasa Ramadhan beberapa waktu lalu hingga memasuki puasa kedua kemarin, peminat daging terutama daging Sapi malah semakin menyurut.

"Peminat daging sapi sekarang sedang sangat sepi," ujar Ali, Salah satu pedagang di pasar Tanjung Bungur Keluarahan Muara Tebo.

Selain dari sepinya peminat, dirinya pun mengaku bahwa banyak pedagang daging Sapi yang lebih memilih tutup lebih awal karena sepinya pengunjung bila dihitung dari pertama kali buka lapak daging. Jika hal ini terus terjadi, jelas bisa membuat para pedagang mengalami kerugian.

"Para pedagang daging banyak yang tutup lebih awal. Hal ini tidak lain karena pengunjung pasar banyak yang kurang berminat pada daging sapi yang sudah naik harga," terangnya.

Sementara itu, Rosa yang merupakan salah satu pengunjung pasar Tanjung Bungur terkait keberadaan daging sapi yang tengah naik harga memaparkan bahwa untuk dirinya secara pribadi belum bisa membeli daging sapi karena belum naik saja harganya sudah mahal, apalagi kalau sudah naik.

"Untuk saat ini daging sapi belum dulu lah. Meski harga daging ayam juga naik hingga 35000 Rupiah yang semula masih memiliki harga Rp 28.000 perkilonya, itu masih mending dari harga daging sapi yang semula berkisar 100.000 Rupiah perkilo tapi kini sudah mencapai 120.000 Rupiah perkilonya," terangnya.

Pantauan dilapangan, keberadaan daging sapi memang belum menjadi prioritas mayoritas masyarakat Tebo pada umumnya karena hal itu terbukti dari baru menunjukkan pukul 13.00 wib pada selasa (07/06) kemarin, pedagang daging tidak ada lagi berada dilapak daging pasar Tanjung Bungur kelurahan Muara Tebo. (crew)

Related News