Terkait Kasus Proyek Embung Sungai Abang, Sarjono Berkilah Masih Dalam Tahap Pemeliharaan

Ir.SARJONO.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Meskipun sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Polres Tebo dan bakal dinaikan tahap penyidikan, Sarjono Kepala Dinas Pertanian Tebo tetap memastikan bahwa pekerjaan Proyek Embung Desa Sungai Abang Kecamatan VII Koto masih dalam tahap pemeliharaan.

Sarjono saat dijumpai awak media pada Senin (23/5) mengatakan bahwa kerusakan embung tersebut karena bencana banjir, dan saat inipun masih dalam tahap pemeliharaan, dan masih merupakan tanggungjawab rekanan.

"Embung tersebut rusak karena bencana banjir dan masih dalam tahap pemeliharaan, itupun masih tanggung jawab rekanan," ujar Sarjono.

Dikatakannya lagi, terkait hal ini semua pihak yang terkait pada Dinas Pertanian Tebo sudah dipanggil oleh pihak Polres Tebo. Sedangkan pemanggilan dirinya yaitu pada Senin lalu.

"Saya sudah dipanggil senin kemarin, dan saya sudah beri keterangan apa adanya, semua sudah dipanggil. Dan saya sudah menegur kontraktor, sebelumnya juga sudah di surati kontraktor," tukasnya.

Sementara itu, untuk diketahui sebelumnya Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Sahlan mengatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan beberapa pihak diantaranya Senin (16/5) dan Selasa (17/5) telah memanggil Kadis Pertanian Tebo, Ir Sarjono dan Pihak Rekanan yakni kuasa direktur CV Persada Antar Nusa, Faisal Utama untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, pihak Reskrim Polres Tebo juga telah memanggil Sekretaris Dinas Pertanian selaku Pejabat Penata Usaha Keuangan (PPUK), Zaidi, dan PPTK Pengadaan Kontruksi Embung Sungai Abang, Kembar Ninggolan. Hasil pemeriksaan tersebut akan digelar di Polda Jambi.

"Semua sudah kita mintai keterangan, baik PPTK, PPUK, Rekanan, maupu Kadis Pertanian Tebo, hasil pemeriksaan ini akan kita gelar di Polda untuk dinaikan ke tingkat Penyidikan," jelas Sahlan.

Jika kasus tersebut akan dinaikan ke tahap penyidilkan, tentu nantinya pihak penyidik akan menetap tersangka. Terkait hal tersebut, Sahlan mengaku menunggu gelar perkara nantinya.

"Untuk tersangka, kita menunggu setelah digelar di polda nantinya" tambah sahlan.

Sementara itu, saat disinggung terait berapa orang tersangka yang bakal masuk dalam dalam proyek tersebut. Tidak dipungkiri untuk kasus seperti itu sudah jelas smuanya masuk jadi tersangka.

"Proyek ini besar, jelas dilakukan secara berjamaah," kata Sahlan.

Seperti diberitakan sebelumnya kasus dugaan korupsi pada Pengadaan Kontruksi Embung Sungai Abang senilai Rp 1,6 miliar oleh Dinas Pertanian Tebo ini berawal dari laporan masyarakat tentang proyek yang dikerjakan asal jadi. Bahkan dari pantauan dilapangan proyek yang dikerjakan dari dana DAK senilai Rp 1,6 miliar tersebut  diluar ekspektasi dan terlihat asal jadi dan disesalkan banyak pihak. (crew)

Related News