Gara - Gara Jual Rambutan Mentah, USM Warga VII Koto Ilir Dibawa Ke Meja Hijau

Dedi Dahnial Anda, korban pemukulan.
TEBOONLINE.COM, VIIKOTOILIR - Maksud hati mau mencari rezeki, dengan menjual rambutan tapi apes diproses sampai ke meja hijau.

Ini seperti yang dialami USM (54), warga Desa Pasir Mayang Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo harus menelan pil pahit dan USM terpaksa berurusan dengan Polisi dan lanjut ke ranah hukum gara- gara anaknya menjual rambutan mentah miliknya pada bulan Desember 2015 yang lalu.

Debi Dahnial Anda (30) warga RT 08 Desa Balai Rajo Kecamatan VII Koto Ilir yang berprofesi sebagai agen karet dan pedagang, pada pertengahan bulan Desember 2015 yang lalu membeli rambutan sebanyak 53 kg (Satu karung-red) milik anak USM.

Saat membeli rambutan tersebut terjadi transaksi Debi dengan anak USM, 53 kg rambutan dibeli dengan harga Rp 208 ribu dengan catatan rambutan bagus dan merah. Namun, rambutan yang dibeli dari anak USM kenyatannya tidak sesuai dengan kesepakatan jual beli kedua belah pihak.

Saat rambutan tersebut dibongkar dibuka dari karung mau dijual lagi oleh Debi, separoh lebih rambutan itu hijau atau mentah. Merasa terkecoh dan dirugikan, Debi mengembalikan rambutan yang di belinya kepemiliknya yakni anak USM. Terjadi perang mulut, dan berujung USM meninju dengan keras wajah Debi hingga memar. Tanpa ada perlawanan, Debi meninggalkan rumah USM dengan muka memar lebam.

Tak cukup sampai di situ, Debi merasa dirugikan dan dianiaya, melaporkan kasus yang menimpa dirinya ke polsek VII Koto Ilir. ”Benar, saya pelapor dan terlapor sudah dua kali mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Muara Tebo dan untuk sidang yang ketiga besok Selasa (17/5). Motivasi saya membawa Kasus ini keranah hukum, untuk pembelajaran agar tidak terjadi kasus main hakim sendiri,” ungkap Debi, pada teboonline.com,Senin (16/5).

Sementara, Kades Pasir Mayang VII Koto Ilir Anton dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya tidak banyak berkomentar terkait Warganya yakni USM yang dilaporkan ke Polisi oleh Debi warga Balai Rajo dan pihaknya membenarkan kejadian tersebut.

”Ya. Kalau memang sudah keranah hukum  kita homati proses hukum tersebut,” ujar Kades Pasir Mayang Anton. (tim)

Related News