Monday, May 16, 2016

Ir.SARJONO.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Satreskrim Polres Tebo dijadwalkan akan melakukan pemanggilan terhadap Kadis Pertanian Tebo, Sarjono pada Selasa (17/5). Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut pemeriksaan atas kasus proyek Embung Sungai Abang Kecamatan VII Koto yang diduga ada penyimpangan.

Hal tersebut langsung disampaikan Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Sahlan saat dikomfirmasi Senin (16/5) kemarin. Dirinya mengatakan bahwa ini merupakan pemanggilan pertama bagi orang nomor satu di Dinas Pertanian Tebo tersebut.

"Selasa besok (Hari ini_red) kita jadwalkan pemanggilan terhadap Kadis pertanian, pemanggilannya sudah kita layangkan dan ini pemanggilan pertama," ujar Kasat.

Kasat juga menambahkan bahwa Senin (8/5) lalu telah melakukan pemanggilan terhadap Zaidi Pejabat Penata Usaha Keuangan (PPUK) di Dinas Pertanian Tebo dan pihak rekanan yakni kuasa direktur CV Persada Antar Nusa, Faisal Utama pada proyek embung Sungai Abang. Namun pihak rekanan mangkir dari pemanggilan.

"Yang datang Ziadi, dia PPUK di proyek Embung. Tapi pihak rekanan saat itu mangkir," sebut Sahlan.

Terkait mangkirnya pihak rekanan, Sahlan menyebutkan tidak ada kejelasan kenapa rekanan tidak hadir saat pemanggilan. Untuk selanjutnya penyidik masih mengumpulkan bukti untuk kelengkapan kasus embung.

"Baru Sekdin yang kita mintai keterangan," sebutnya meyakini.

Namun pihak penyidik akan melakukan pemanggilan kedua  bagi rekanan, "kita akan memanggil kembali pihak rekanan," ucap Sahlan.

Sementara itu, saat disinggung terait berapa orang tersangka yang masuk dalam dalam proyek tersebut. Tidak dipungkiri untuk kasus seperti itu sudah jelas semuanya masuk jadi tersangka.

"Proyek ini besar, jelas dilakukan secara berjamaah," kata Sahlan.

Seperti diberitakan sebelumnya kasus proyek embung saat ini tengah lakukan penyelidikan oleh pihak Polres Tebo. Sejauh ini baru beberapa pihak yang sudah dimintai keterangan terkait proyek senilai Rp 1,6 miliar tersebut.

Berdasarkan pantauan dilapangan proyek yang dikerjakan dari dana DAK senilai Rp 1,6 miliar tersebut  diluar ekspektasi, terlihat asal jadi. Proyek tersebut disesalkan banyak pihak. Pasalnya, hasil pengerjaan tersebut asal jadi. (crew)