Sat Pol PP Tebo Ultimatum Pemilik Warem Di Rimbo Bujang


"Taufik Khaldy : Seminggu Tidak Menutup Usahanya, Tim Gabungan Akan Menutup Paksa Warem."

Para pemilik Warem yang berada dibelakang Pasar Pujasera saat dipanggil pihak Kelurahan Wirotho Agung.

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Karena sering terjadinya kerusuhan dan keributan di
Warung Remang - remang (Warem) hingga terjadinya insiden penembakan
oleh orang tak dikenal yang menjadi korbannya yakni Sarohman Warga
Desa Pematang Sapat, membuat Sat Pol PP Tebo melakukan tindakan tegas.

Kali ini, Sat Pol PP Tebo mengultimatum para pemilik Warem yang berada
dibelakang Pasar Pujasera Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo
Bujang untuk segera menutup usaha Waremnya. Karena, lokalisasi Warem
yang menyediakan para Pekerja Seks Komersial (PSK) tersebut, sebagai
lokasi terjadinya insiden penembakan yang terjadi beberapa waktu yang
lalu.

Langkah Sat Pol PP Tebo ini pun berdasarkan desakan dari masyarakat
setempat yang tidak terima apabila lingkungan masyarakat setempat
dijadikan sebagai tempat kerusuhan seperti insiden penembakan.

Kasat Pol PP Kabupaten Tebo, Taufik Khaldy dikonfirmasi menyebutkan,
membenarkan pihaknya sudah menerima Surat dari Camat Rimbo Bujang
terkait penutupan Kafe di Rimbo Bujang. Pada prinsipnya, pihaknya siap
menjalakan tugas apabila sudah ada Surat Perintah Tugas (Sprint)  dari
atasan.

Langkah awal yang diambil Satpol PP Tebo,  dengan mengeluarkan Surat
Peringatan I bertanggal 11 Aapril 2016 yang ditujukan kepada pemilik
Warem yakni Kafe Ira, Kafe Sukir, Kafe Niki dan Kafe Anik yang berada
di belakang Pujasera Kelurahan Wirotho Agung, untuk segera menutup
aktifitas Kafenya.

Apabila Kurun waktu tujuh hari, terhitung sejak Surat Teguran ini dikeluarkan dan pihak Kafe tersebut tidak mengindahkan (Menutup Kafe_red), maka pihak Satpol PP melalui Tim
gabungan akan menindak tegas pemilik Kafe dan menutup paksa kafe tersebut. (asa/zam)

Related News