Pedagang Dilarang Jual Minyak Goreng Curah Karena Tidak Sehat Dikonsumsi

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEB0 - Hati - hati mengkonsumsi minyak goreng curah atau kiloan. Pasalnya, minyak goreng curah diragukan mutunya dan tidak mempunyai jaminan kesehatan, karena tidak berlabel atau merk yang jelas.

Memang diakui, minyak goreng curah lebih murah harganya dijual dipasaran dibandingkan dengan harga minyak goreng kemasan yang berlabel. Berdasarkan peraturan menteri perdagangan (Permendag), Nomor 80 tahun 2014, cukup jelas mewajibkan minyak goreng harus dalam kemasan berlabel dan berstandart SNI.

Dipertegas lagi Permendag RI Nomor 35 tahun 2015, minyak goreng curah atau kiloan tidak boleh lagi dijual dipasaran. Mengkonsumsi minyak goreng curah dikhawatirkan, berdampak pada kesehatan konsumen atau masyarakat.

Pantauan Teboonline.com dilapangan, sampai saat sekarang ini masih banyak ditemui minyak goreng curah dijual di pasaran. Seperti di pusat pasar Sarinah Kelurahan Worotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang masih banyak pedagang Sembako yang menjual minyak goreng curah atau kiloan. Bahkan, Pedagang Partai besar alias Grosir masih menyalurkan minyak goreng curah tersebut.

Kadis Perindagkop dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Tebo, dikonfirmasi melalui Kabid Perdaganngan Asmuni mengatakan, pihaknya membenarkan adanya Peraturan Menteri Perdagangan yang melarang beredarnya atau di jualnya minyak goreng curah, karena tidak ada jaminan kesehatan (Uji klinis- red).

”Benar, aturan atau Permendag ada terkait larangan dijualnya minyak goreng curah tanpa label dan standar SNI," jelas Kabid Perdagangan Asmuni, pada teboonline.com, Kamis ( 7/4).

Ditambahkannya, terkait adanya Permendag tentang minyak goreng  curah, pihak Dinas Perindagkop dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Tebo sudah menyikapi sesuai Tupoksi dalam pengawasan perdagangan di wilayah Kabupaten Tebo, diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menyurati sebgian pedagang agar tidak menjual minyak goreng curah atau kiloan.

"Kita sudah menyurati sebagian pedagang, untuk tidak lagi menjual minyak goreng curah yang dapat berdampak pada kesehatan konsumen," pungkas Kabid Asmuni.

Zamani, salah seorang tokoh masyarakat yang kesehariannya mengunjungi Pasar Sarinah Wirotho Agung, meminta kepada Dinas terkait (Perindagkop - red) agar segera Sidak turun ke Pasar Sarinah untuk merazia keberadaan minyak goreng curah  yang masih di jual di pasar Sarinah.

"Kami minta, Dinas Perindagkop dan Instansi terkait melakukan razia minyak goreng curah di Rimbo Bujng dan sekitarnya," harap Zamani. (asa/crew)

Related News