Paska Insiden Penembakan, Warga Minta Warem Dibelakang Masjid At Taqwa Ditutup

Pertemuan pemilik Warem dengan warga di kantor Lurah Wirotho Agung.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Masyarakat Jalan Imam Bonjol Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, minta Kafe atau Warung Remang-remang (Warem_red) yang beroperasi dibelakang Masjid At Taqwa Kelurahan Wirotho Agung supaya ditutup total.

Karena, kehadiran Kafe yang lokainya juga berada di belakang pasar pujasera wilayah RW Jalan Imam Bonjol, dianggap dan dinilai sudah meresahkan masyarakat setempat. Dipicu lagi baru - baru ini adanya kejadian keributan oleh sesama pengunjung Kafe dan menyusul kejadian tertembaknya warga Pematang Sapat oleh orang tak dikenal di TKP yang tak jauh dari lokasi Kafe belakang pujasera, sehingga membuat masyarakat Jalan Imam Bonjol semakin tambah resah karena lingkungannya tidak aman lagi.

Langkah mediasi yang sudah dilakukan, seperti pihak tokoh masyarakat Jalan Imam Bonjol melakukan pertemuan Jilid I oleh pihak pemilik Kafe menghasilkan kesepakatan, yang dibuat melalui Surat pernyataan yang isinya pihak pemilik Kafe siap menutup usaha Kafenya. Surat pernyataan tertangggal 27 Juni 2015 yang lalu diketahui oleh Camat Rimbo Bujang, Kaposlek Rimbo Bujang dan Ketua RW Jalan Imam Bonjol.

Namun, surat pernyataan yang dibuat dan ditanda tangani oleh pemilik kafe tidak diindahkan bahkan dilanggar dan masih terus mengoperasikan Kafenya sampai saat sekarang ini. 

"Benar, hari ini tokoh masyarakat Jalan Imam Bonjol dengan pihak pemilik Kafe mnggelar pertemuan Jilid II, bertempat di Kantor Kelurahan Wirotho Agung yang dihadiri Danramil dan Babinsa, Kasi Trantib Kecamatan, Satpol PP, Kasi Trantib dan Kasi Pem Wirotho Agungj," jelas Lurah Wirotho Agung Soedjarijo, pada teboonline.com, Selasa (5/5).

Hasil Pertemuan Jilid II, menyimpulkan hanya satu orang pemilik kafe yang bersedia menutup usaha Kafenya. Sementara tiga pemilik Kafe lainnya tidak mau menutup usaha Kafenya.

”Bila diperlukan masih ada pertemuan kelanjutan terkait Kafe yang ada di belakang pujasera," pungkas lurah Soedjarijo. (Zam)

Related News