Thursday, April 14, 2016

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Tinggal 2 minggu lagi pelaksanaan Pilkades secara serentak akan segera digelar yaitu tanggal 30 April 2016. Namun, permasalahan dilapangan mulai bermunculan.

Seperti yang terjadi desa Kandang, Kecamatan Tebo Tengah, salah satu Calon Kepala Desa (Cakades) yang tidak mau namanya disebutkan mengaku bahwa dirinya dan calon yang lain dipunguti uang oleh panitia di desa tersebut.

"Kami dimintai sumbangan oleh panitia di desa ini, orang tu bilang duit itu untuk kenang-kenangan dari Cakades sekaligus untuk beli baju biar pas pemilihan nanti terlihat seragam," ungkap salah satu cakades di desa Kandang, Kamis (14/4).

Dan lebih parahnya lagi, panitia desa tersebut juga mematok jumlah uang iuran yang di pungut di Cakades, adapun jumlah uang yang minta sebesar Rp. 750.000 perorang. Sementara, jumlah Cakades yang akan berkompetisi nanti sebanyak 5 orang.

"Kemarin katanya sukarela, yang namanya sukarela kan terserah mau ngasi berapa, tapi nyatanya dipatok, kami semua sudah bayar uang yang diminta panitia Pilkades, jadi total semua uang itu 3.750.000," katanya.

Sementara itu, Kabid Pemerintah desa BPMPD, Ansori, mengatakan dirinya mengaku belum menerima laporan dari desa maupun dari masyarakat setempat.

"Kalau laporan belum ada, saya baru tau dari kawan-kawan media," kata Ansori.

Ansori menjelaskan bahwa Panitia Pilkades dilarang memungut atau meminta dari Calon Kades dalam bentuk apapun, karena biaya Pilkades sudah ditanggung dan dibantu oleh APBD maupun dari dana ADD dan DD.

"Pungutan itu tidak dibolehkan, apalagi sampai mematok jumlah uang, kan dana Pilkades sudah disiapkan dari APBD dan APBDes," terangnya.

Saat ditanya jika disuatu desa panitianya ada yang melakukan pemungutan, Ansori dengan tegas mengatakan bahwa itu sudah merupakan pelanggaran. Dan untuk sanksi, Ansori mengatakan belum bisa menyampaikan apa sanksinya.

"Dengan tegas saya mengatakan tidak boleh, yang jelas itu sudah melanggar aturan Perda dan Perbup, karena biaya untuk Pilkades sudah ditanggung APBD dan APBDes," pungkasnya. (crew)