Friday, April 1, 2016

TEBOONLINE.COM, RIMBOULU - Rencana pemotongan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Tebo, yang diperuntukan zakat profesi menuai pro dan kontra.

Disatu sisi, pada umumnya para PNS gajinya sudah minus dan mengeluhkan apabila gajinya di potong untuk zakat profesi sebesar 2,5 persen dari jumlah gaji didaftar (Slip gaji- red).

Bayangkan saja, banyak PNS yang menerima gaji setiap bulannya tinggal RP 100 ribu bahkan ada  yang minus dan menambah uang dari kantong. Minusya gaji PNS tersebut, dikarenakan meminjam uang di Bank.

Disisi lain, PNS yang gajinya masih cukup, tidak terlalu banyak meminjam uang di Bank terkesan tidak ada masalah dengan potongan 2,5 persen untuk zakat profesi.

Camat Rimbo Ulu, Ratno Suwandi dikonfirmasi mengatakan, pihaknya membenarkan potongan gaji PNS untuk Zakat profesi diatur oleh Peraturan. ”Meskipun Zakat profesi bagi PNS di dukung oleh Peraturan, Rencana akan ada pembahasan dan akan ditinjau ulang," tandas Ratno Suwandi,S.Pt,M.Si,pada teboonline.com, Jumat (1/4).

Hal senada, disampaikan Oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rimbo Ulu, Musa mengatakan, pihaknya membenarkan kewajiban Zakat profesi bagi PNS harus dibayarkan melalui pemotongan gaji lewat Bendahara gaji dimana PNS itu bekerja.

”Zakat merupakan kewajiban umat Islam yang harus dilaksanakan,seperti Zakat profesi PNS dan apa lagi ada surat edaran dari Kemenag, Bazda dan Perbup Kabupaten Tebo," ungkap Musa.S.Ag, M.Pdi.

Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Rimbo Ulu Joko Priyono,S.Pd, di konfirmasi melalui Kasi PLS Saiful.S.pd mengatakan, pihaknya tidak banyak berkomentar terkait Zakat profesi 2,5 persen.

”Kalau ada PNS yang keberatan terkait zakat profesi 2,5 persen. Silahkan PNS tersebut membuat Surat usulan keberatan ditujukan kepada Bupati Tebo,” ujarnya.

Kepsek SDN 79/VIII mengatakan, mekanisme pemotongan gaji Guru di serahkan ke arus bawah. "Pemotongan gaji PNS untuk Zakat profesi melalui peraturan atau kebijakan yang ada. Realisasi pembayaran Zakat profesi khusus guru di lingkungan Dikbudpora Rimbo Ulu, langsung dibayarkan PNS yang bersangkutan  kepada Kepala Sekolahnya masing-masing," jelas Sunarja.S.Pd.

Sementara, beberapa guru seperti Endang Sunarsih dan Zamani guru di Rimbo Ulu, menanggapi dengan mengeluh terkait Zakat profesi untuk PNS. "Kami merasa keberatan, kalau kami dikenakan membayar Zakat profesi sebesr 2,5 persen dari besarnya gaji yang tertera di Slip gaji. Masalahnya, gaji kami setiap bulannya minus, mungkinkah kami harus berutang untuk membayar Zakat profesi,” ucapnya.

Ditambahkan oleh salah seorang Kepsek Nurohani.S.Pd, mengatakan pihaknya menanggapi berlainan secara pribadi dan secara PNS. ”Kalau secara pribadi selaku umat Islam Zakat merupakan kwajiban ya setuju. Namun, secara PNS saya merasa berat kalau dikenakan zakat profesi 2,5 persen, soalnya gaji saya sudah minus,” ujar Nurohani. (Zam/asa)