Friday, March 25, 2016

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kasus dugaan Hacker Daftar Pokok Pendidik (Dapodik) dilingkungan UPTD Dikbudpora Kecamatan Rimbo Ulu, yang menjadi korban yakni Zamani,S.Pd Guru SDN 121/VIII Sukadamai Kecamatan Rimbo Ulu, cukup meghebohkan dunia pendidikan Kabupaten Tebo.

Kasus dugaan Hacker Dapodik di SDN 121/VIII ini, dengan pelapor (korban -red) Zamani,S.Pd, saat ini tengah ditangani oleh Polres Tebo.

”Benar, Saksi sudah kita panggil atas dugaan Kasus Hacker Dapodik. Sementara, Terlapor GYA belum dipanggil. Yang pasti giliran terlapor segera kita panggil,” ungkap AKP Sahlan, Kasat Reskrim Polres tebo, pada teboonline.com, Kamis (24/3).

Ngatari,S.Pd kepsek dan Arif Operator Sekolah SDN 121/VIII Sukadamai, keduanya  merupakan saksi dugaan Kasus Dapodik sudah dipanggil oleh Polres Tebo untuk dimintai keterangannya, Selasa (22/3).

”Betul, kami sudah dipanggil oleh Polres Tebo dan di BAP petugas di ruang Reskrim  mulai Jam 10.00 wib sampai dengan 14.00 wib,“ terang Ngatari yang diamini Arif.

Sementara, Wartono Triyan Kusumo,SE Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tebo pada teboonline.com menuturkan, pihaknya berharap kepada pihak Polres Tebo supaya menangani dengan tuntas dugaan Kasus Hacker Dapodik dilingkungan Dikbudpora Kabupaten Tebo.

”Kita minta kepada penegak hukum dalam hal ini pihak Polres Tebo, supaya dengan serius memproses Kasus dugaan Hacker Dapodik, sehingga jelas pelakunya dan membuat efek jera,” tandas Wartono Triyan Ksumo. (us/asa)