MUI Tebo Bantah Persulit urus Serfitikat Produk Halal

KH.RIFAI AHMAD.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Terkait kesimpang siuran imformasi, dipersulitnya mengurus sertifikat produk halal melalalui MUI. Dalam hal ini, Pihak MUI  Kabupaten Tebo mengklarifikasi terkait sertifikasi Produk Halal.

Persyaratan Sertifikasi Halal Bagi Perusahaan yang ingin mendaftarkan Sertifikasi Halal ke LPPOM MUI , baik industri pengolahan (pangan, obat, kosmetika_red), Rumah Potong Hewan (RPH), restoran/katering, maupun industri jasa (Distributor, warehouse, transporter, retailer_red) harus memenuhi Persyaratan Sertifikasi Halal yang tertuang dalam Kebijakan, Prosedur, dan Kriteria.

Seperti, Bahan tidak boleh berasal dari Bahan haram dan turunannya, Khamr (Minuman beralkohol_red) dan lainnya. Merek atau nama produk tidak boleh menggunakan nama yang mengarah pada sesuatu yang diharamkan.

Ketua MUI Kabupaten Tebo, KH.Rifai Ahmad,S.Pdi dikonfirmasi mengtakan, Pada prinsipnya MUI Kabupaten Tebo tidak mempersulit Pelaku Usaha yang ingin mendapatkan Sertifikat Label halal.

Diketahui, MUI Kabupaten Tebo tidak mengeluarkan Sertifikat Halal. Tetapi,yang mengeluarkanSertifikat Halal yaitu LPPOM MUI Provinsi Jambi.

”MUI Tebo, hanya memberikan rekomendasi dari Disperindagkop untuk diteruskan ke LPPOM MUI Provinsi Jambi,” imbuh KH Rifai Ahmad.

Dikatakannya, seharusnya warga atau pelaku usaha baik melalui Kelompok maupun perseorangan harus medaftarkan Usahanya ke Disperindagkop untuk dasar mengurus Sertifikat Label halal.

"Setelah mendapat rekomendasi dari Disperidagkop diteruskan ke MUI Tebo dan selanjutnya MUI Tebo meneruskan ke LPPOM MUI Jambi, untuk mendapatkan Sertifikat Produk halal, biasanya sampai 2 atau 3 bulan melalui prosesi Sertifikat halal tersebut baru dapat selesai," pungkas KH Rifai Ahmad, yang notabene ketua Yayasan Ponpes Darul Hikam Rimbo Ulu. (asa/zam)

Related News