Lapas Kelas II B Muara Tebo Overload, Marten: 5 Block Dijaga Satu Petugas

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Jumlah Narapidana (Napi) di Lapas kelas II B Muara Tebo mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hal ini dikarenakan banyaknya angka kriminal di Tebo.

Kepala lapas kelas II B Muara Tebo, Marten, mengatakan bahwa jumlah penghuni lapas saat ini berjumalah 193 orang. Dan untuk idealnya lapas hanya mampu menampung 146 Napi. Artinya lapas Tebo kelebihan napi 25 persen lebih.

"Lapas kita sudah Overload 25 persen dari jumlah kapasitas yang ada," ungkap Kepala Lapas, Marten, Rabu (30/3),

Dengan semakin banyaknya penghuni rumah tahanan (Rutan) lanjut Marten, tingkat kenyamanan bagi para napi tentu sangat kurang, karena para napi merasa sesak akibat di Rutan kelas II B Tebo hanya mempunyai 5 Block.

"Para Napi kurang nyaman di Rutan, sehingga napi sumpek," katanya.

Untuk menghilangkan rasa jenuh maupun sumpek di kamar, pihak lapas selalu melakukan pembinaan seperti mengajak napi bercocok tanam dilingkungan lapas serta menyuruh napi berolahraga.

"Diwaktu siang, para napi diajak bertani dan berolahraga diluar kamar untuk menghilangkan kejenuhan," jelasnya.

Saat ditanya berapakah jumlah titik vital yang paling rawan, Marten menjelaskan bahwa jumlahnya sebanyak 13 titik, dari 13 titik yang ada, petugas lapas hanya mampu menjaga 5 titik yang paling rawan.

"Petugas kita tidak bisa menjaga ke semua titik itu, karena sumber daya manusia (SDM) dilapas juga kurang, sehingga tingkat kedisiplinan para napi juga menjadi kurang," ungkapnya.

Marten juga mengatakan bahwa permasalahan kurangnya petugas di lapas bukan hanya di Tebo, tapi hampir di setiap lapas mengalami hal yang sama.

"Hampir tidak ada bedanya dengan lapas di daerah lain, pasti permasalahannya itu itu saja," pungkasnya. (crew)

Related News