Keluarkan Murid, Kepsek SDN 195/VIII Dikecam Sejumlah Pihak

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – AD (7) dan RD, Siswa Sekolah Dasar Negeri 195/VIII Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang yang harus menerima pil pahit karena dikeluarkan oleh pihak Sekolah, mengundang keprihatinan sejumlah pihak.

Bahkan, Lurah Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Soedjarijo menyebut, dikeluarkannya AD dan RD oleh Kepsek SDN 195/VIII tersebut sebagai tindakan kesewenang-wenangan Hj Siti Nuriah selaku Kepala Sekolah.

"Patut disayangkan hal itu masih terjadi di dunia pendidikan kita, terlebih anak tersebut masih duduk dibangku kelas 1 SD dan sekolah masih punya waktu cukup panjang mendidiknya," ujar Lurah.

Lurah juga berpendapat, Guru menjadi pengganti orang tua ketika masih di sekolah. Jadi, kewajiban Sekolah tidak hanya memberikan mata pelajaran saja, namun juga harus memperhatikan setiap perubahan sikap serta perkembangan psikologis siswanya.

"Kewajiban sekolah kan tidak hanya memberikan pelajaran saja, seharusnya perkembangan siswa serta psikologis juga harus diperhatikan karena sebagi pengganti orang tua ketika masih disekolah," ujar Lurah menambahkan, akan secepatnya akan menemui pihak orang tua AD untuk mencari solusi terbaik agar AD dapat bisa kembali mengenyam pendidikan yang layak sesuai dengan program pemerintah Wajib Belajar 9 Tahun.

"Malam ini juga saya akan temui orang tua AD yang kebetulan bertempat tinggal didepan sekolah, AD harus kembali sekolah," tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Rimbo Bujang Khaidir, saat dikonfirmasi Teboonline.com mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi dan laporan terkait dikeluarkannya dua siswa SDN 195/VIII.

"Sampai saat ini kami belum dapat info dan laporan," kata Khaidir.

Seperti diberitakan sebelumnya, AD (7) cita-cita untuk dapat mengenyam Pendidikan Dasar harus pupus. Pasalnya, Kepala sekolah Hj. Siti Nariah selaku kepala sekolah SD 195/VIII Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang resmi mengeluarkan yang bersangkutan karena dituding mencuri uang milik salah satu guru di sekolah tersebut.

Camat Rimbo Bujang,  dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan tindakan Kepsek 195/VIII Wirotho Agung yang mengeluarkan siswanya yang masih duduk dibangku Kelas I SD, dengan alasan dituding mencuri uang salah satu guru.

"Saya menyayangkan tindakan yang dilakukan Kepsek 195/VIII yang mengeluarkan siswanya. Seharusnya, tindakan persuasib dan edukatif yang harus ditempuh bukan sebalikya harus mengeluarkan siswa dari sekolah, karena prorgram wajib belajar 9 tahun harus disukseskan, apapun konsekwensinya anak harus sekolah," tandas Sukiman, Camat Rimbo Bjang. (tim).

Related News