Kades Balai Rajo Diduga Gelapkan Dana Rp 1,6 Milyar Lebih

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Warga Desa Balai Rajo Kecamatan VII Koto Ilir, melaporkan Sulaiman Plt Kades yang juga menjabat Sekdes Balai Rajo ke Sukandar Bupati
Tebo, Jumat (11/3) kemarin.

Laporan tersebut terkait dugaan penggelapan uang sebesar Rp 1,6 milyar lebih. Dana tersebut dari hasil pendapatan bersih unit usaha pengembangan koperasi Benteng Kurung.

Tidak hanya Sulaiman, warga juga melaporkan Warman Ketua Koperasi Benteng Kurung, atas penggelapan dana koperasi tersebut.

Dalam laporan tersebut dijelaskan, unit usaha koperasi Benteng Kurung adalah usaha penyeberangan ponton. Dari hasil usaha tersebut, 50 persen diperuntukan untuk desa.

Pada tahun 2001 desa Balai Rajo menerima bagian sebesar Rp 345 juta lebih. Tahun 2012 sebesar Rp 414 juta lebih. Tahun 2013 sebesar Rp 367 juta lebih.

Selanjutnya, pada tahun 2014 menerima bagi hasil sebesar Rp 322 juta lebih, dan pada tahun 2015 menerima bagian sebesar Rp 196 juga lebih.

Dari lima tahun beruturut-turut mulai dari 2011 hingga 2015, total keseluruhan dana yang diterima desa sebesar Rp 1,6 milyar lebih.

Sayangnya, dana tersebut diduga tidak jelas penggunaanya dan tidak sesuai dengan kesepakatan. Terutama dana bagian desa pada tahun terakhir yaitu tahun 2015.

Atas ketidak jelasan penggunaan dana tersebut dan tidak sesuai kesepakatan, warga melaporkan Sekdes Balai Rajo  dan Ketua Koperasi Benteng Kurung ke Bupati Tebo.

Selain dugaan penggelapan dana sebesar Rp 1,6 milyar lebih, warga juga melaporkan Sulaiman terkait penyelewengan beras untuk masyarakat miskin (Raskin,red).

Dalam surat itu juga dijelaskan bahwa, dalam penggunaan dan penyaluran Raskin yang dilakukan Sulaiman, tidak sesuai ketentuan dan peruntukan bagi orang miskin yang berhak menerimanya. Dimana harga beras raskin tersebut dijual kepada masyarakat miskin dengan harga Rp 2 .500 per kilogram.

Atas ulah oknum Kades tersebut masyarakat Desa Balai Rajo Kecamatan VII Koto Ilir tidak senang dan merasa dirugikan, dan melaporkan hal itu kepada Sukandar Bupati Tebo.

"Kami minta bapak Bupati dapat membantu menyelesaikan masalah ini, caranya dengan melakukan audit," ujar Azmar tokoh masyarakat desa Balai Rajo, kepada Wartawan.

"Laporannya kita tembuskan ke bapak Gubernur Jambi, bapak Kapolda Jambi, Kepala BPKP Jambi, Kepala BPK Jambi, Kejati Jambi, Kejari Tebo, KPK RI, BPMPD Tebo dan Inspektorat Tebo. Kita minta dugaan penggelapan dana ini diusut," pungkasnya. (crew/us)

Related News