DPRD Tebo Dalami 9 Guru Honorer K2 Diduga Bodong Terima SK CPNS

Perwakilan forum Honorer KII Tebo yang melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD Tebo Syamsurizal.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Adanya 9 orang tenaga Guru honorer Kategori II (KII) Tebo diduga bodong yang telah menerima SK CPNS pada bulan Maret 2016 ini, bakal didalami oleh DPRD Kabupaten Tebo. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Tebo, Syamsurizal.

Pernyataan itu, menyusul adanya hasil diskusi yang digelar DPRD Tebo dengan perwakilan forum Honorer KII Tebo yang digelar digedung DPRD Tebo, Selasa (22/3) dan dihadiri dua pimpinan DPRD Tebo yakni Syamsurizal dan Wartono Trian Kusuma.

''Pengangkatan CPNS terhadap 9 honorer KII diduga bodong ini bakal kita (DPRD Tebo_red) dalami dan telusuri dari bawah hingga ke BAKN, karena berdasarkan hasil diskusi disimpulkan bahwa ada manipulasi data pada pengangkatan CPNS 9 orang honor KII Tebo ini, datanya sudah ada sama kita termasuk nama orangnya,'' tegas Syamsurizal pada Teboonline.com usai diskusi yang digelar di ruangannya.

DPRD Tebo lanjut Syamsurizal, juga mempertanyakan tentang surat perdamaian atas nama Saharudin dengan para honorer KII bodong tersebut yang dijadikan sebagai pedoman pihak BKPP Tebo untuk mengeluarkan SK CPNS kepada 9 honorer KII bodong tersebut.

''Dewan mempertanyakan tentang surat perdamaian itu karena surat perdamaian itu, oleh pihak BKPP dijadikan sebagai acuan untuk menerbitkan SK CPNS 9 nama itu, seharusnya mereka (BKPP Tebo_red) mengeluarkan SK CPNS berdasarkan kelengkapan syarat dan kapasitasnya Saharudin didalam itu sebagai apa,'' kata Iday sapaan hariannya.

Untuk menindak lanjuti kasus keluarnya SK CPNS terhadap 9 tenaga honorer KII Tebo diduga bodong ini, DPRD Tebo akan menjalankannya sesuai dengan mekanisme dan disamping DPRD Tebo menindak lanjutinya, Dewan juga berharap kepada perwakilan forum honor KII Tebo untuk melaporkan kasus ini ke Polda Jambi.

Sementara itu, perwakilan forum honorer KII Tebo, Kuswanti saat berada di gedung DPRD Tebo meyakinkan pada Teboonline.com bahwa dirinya bakal mengungkap skandal dan konspirasi pengangkatan CPNS terhadap 9 tenaga honorer KII Tebo yang diduga bodong.

“Saya serahkan semuanya ke DPRD Tebo untuk mengungkap ketidak adilan ini tentang pengangkatan honorer KII Tebo dan saya siap membawa masalah ini ke hukum,” ujar Kuswanti yang  didampingi salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Tebo, Sugiyono untuk menggelar diskusi dengan DPRD Tebo.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapat Teboonline.com, 9 nama tenaga honorer KII Tebo yang diduga bodong diangkat menjadi CPNS pada bulan Maret 2016 secara bertahap ini, semuanya saat ini bertugas mengajar di SD dalam wilayah UPTD Dikbudpora Rimbo Ulu dan Rimbo Bujang. (crew)

Related News