Demi Penuhi Undangan Rajo, SAD Harus Tempuh Jalan Becek Dan Berlumpur

SAD saat bertemu dengan Bupati Tebo H Sukandar (Rajo_red).
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Hidup di hutan tanpa didukung infrastruktur jalan yang layak, bukanlah hal yang mudah bagi belasan Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) se
Kabupaten Tebo untuk memenuhi undangan silaturahmi dari Rajo Kecik, dalam
hal ini Bupati Tebo H Sukandar. Apalagi perjalanan tersebut ditempuh hanya
dengan mengendarai sepeda motor.

Demi bisa memenuhi undangan tersebut, mualai dari jalan setapak yang
kondisinya masih belukar hingga jalan tanah yang kondisinya rusak dan
berlumpur tetap ditempuh oleh belasan Temenggung tersebut.

Tak jarang mereka (Para Temenggung_red) terpaksa mendorong atau menggotong sepeda motornya
disaat melintasi jalan rusak dan berlumpur. Bahkan beberapa kali sepeda
motor yang dikendarai mengalami pecah ban.

Tidak itu saja, ada juga beberapa Temenggung yang terpeleset dan jatuh saat
menempuh jalan yang kondisinya sangat licin.

“Malam kemarin kan hujannyo lebat nian. Jalannyo jadi becek dan berkubang. Karno ini undangan dari Rajo Kecik, kito dak mikir lagi kondisi jalan seperti apo tetap kito tempuh,” ungkap Temenggung Apung pimpinan SAD Sungai Dahan, Desa Sungai Kilis, Kecamatan Tengah Ilir.

“Ini undangan kehormatan bagi kami. Seumur-umur, baru ini kami diundang
rajo tuk silaturahmi dan makan besamo. Sangking senangnyo, jalan besemak,
jalan rusak dan berlumpur, tidak kami hingakan (Peduli_red) lagi. Yang penting
kami bisa memenuhi undangan rajo,” kata Apung yang bermukim di kawasan
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).

Sebagai SAD, kata Apung, kelompoknya ingin hidup damai dan saling
menghormati satu sama lain. Dalam artian saling menghargai antara Suku
Anak Dalam (SAD) dengan masyarakat luar.

Lanjut dia, salah satu bukti SAD TNBT menghormati dan menghargai masyarakat
luar, tidak satu pun dari SAD TNBT yang membawa senjata api rakitan
(Kecepek_red) saat berada diluar rimba (Hutan_red).

“Untuk wargo kito dak ado lagi yang nenteng-nenteng kecepek kesano
kesini karno kato tau kalo itu salahi aturan,” jelas Apung. (crew)

Related News