Ponpes Ar-Riyadh Rimbo Bujang, Gelar Razia HP Siswa

Ketua yayasan Ponpes Ar Riyad dan dewan Guru poto bersama usai gelar razia HP siswa.

Guru Ponpes Ar Riyadh saat menggelar razia HP siswa.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Dunia Pendidikan Kabupaten Tebo, kembali dihebohkan dengan beredarnya poto bugil yang diduga seorang siswi SMK yang ada di Kabupaten Tebo Yang
Tersebar luas melalui HP (Telpon genggam-red) dan Media Sosial maupun facebook. Bahkan sempat di ekspoose di Media Online maupun Media Cetak.

Terkait hebohnya dugaan poto bugil siswi yang menggoncang dunia pendidikan Tebo, seperti disambar petir disiang bolong, membuat sejumlah sekolah maupun Ponpes yang ada di Rimbo Bujang mengambil langkah serius.

Salah satunya, yang dilakukan Pondok Pesanten (Ponpes) Ar-riyadh Jalan RA Kartini Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, dengan menggelar razia HP milik siswa atau santri secara besar - besaran, bertempat di Yayasan Ponpes Ar-Riyadh, Sabtu (7/2).

Ketua yayasan Ponpes Ar-Riyad Rimbo Bujang, Ust.Ahmad Mufti Mubarok dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sangat terkejut dan perihatin setelah membaca berita di Teboonline.com terkait beredar luas dugaan poto bugil siswi disalah satu sekolah yang ada di Kabupaten Tebo. Hal ini benar - benar merupakan cambuk bagi tokoh pendidikan.

”Hari Ini, kita gelar secara besar-besaran HP milik siswa atau santri yang ada di Yayasan Ponpes Ar-Riyadh. Kita Tim dari Dewan Guru melakukan penggeledahan semua tas dan jok sepeda motor milik siswa, disaksikan oleh awak Media Teboonline.com dan Sidak Post. Namun, dalam razia ini tidak ditemukan HP milik siswa, melainkan yang ditemukan seperangkat alat shalat,” jelas Ust. Ahmad Mufti Mubarok, pada Teboonline.com, Sabtu (7/2).

Ditambahkan oleh Slamet Zainur,S.Pdi, Kepala Sekolah SMP Ar-Riyadh menyebutkan, Razia HP milik siswa di Yayasan ini bukan yang pertama kali, melainkan sudah menjadi agenda
Rutin Yayasan Ar- Riyadh ini.

”Secara rutinitas, kita menggelar razia HP milik siswa untuk mengantisipasi penyalahgunaan dunia internet melalui telpon seluler, yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda harapan bangsa. Diketahui, kegiatan ekstra kurikuler salah satunya yaitu Drum Band," pngkas Slamet, meyakinkan. (asa/zam)

Related News