PMI Tebo : Perlu Pendekatan Secara Adat Untuk Menyelesaikan Konflik Warga Dengan SAD

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Konflik berdarah antara SAD dan Warga masyarakat terulang kembali di Kabupaten Tebo. Kejadian yang bermula terjadinya perselisihan sengketa lahan yang diklaim oleh salah satu pihak mengakibatkan bentrokan yang merembet hingga terjadinya konflik.  

Selasa kemarin (23/2) sekitar pukul 08.00 WIB, terjadi bentrok antara warga Kelurahan Pulau Temiang dengan Suku Anak Dalam (SAD) yang berdomisili di Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Dafri warga Kelurahan Pulau Temiang mengalami luka bacok sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hanafie di Muara Bungo. Konflik horizontal ini menjadi perhatian banyak pihak tidak terkecuali PMI dan Lembaga Adat Melayu Jambi.

"Kami telah berkoordinasi dengan Lembaga Adat Kecamatan Tebo Ulu dan Lembaga Adat Kabupaten Tebo untuk berdiskusi mengenai hal ini," ungkap Slamet Setya Budi, Kepala Markas PMI Kabupaten Tebo.

Pendekatan secara adat menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan oleh PMI Kabupaten Tebo dan Lembaga Adat Kabupaten Tebo guna menengahi hal ini.

"Pendekatan secara adat tidaklah mudah kami harus mengetahui apakah penyebabnya, adakah pihak ketiga dan dimana tempat terjadinya perkara karena hukum adat disesuaikan dengan tempatnya dan kami menghormati proses hukum sesuai UU," tambah Slamet Setya Budi.

Koordinasi antar lembaga terus ditingkatkan. Disamping itu, Prosesi hukum yang sedang berjalan dengan memanggil 97 Warga SAD dan Pulau Temiang di Polda Jambi diharapkan mampu meredakan konflik tersebut. Peranan adat yang tengah digagas baik dari Lembaga Adat di Tingkat Desa maupun Kelurahan hingga Ke Kabupaten perlu kita dukung. (asa/zam)

Related News