Paska Bentrok Berdarah SAD Vs Warga, 17 Orang Bakal Jadi Tersangka, 1 Diantaranya Dibawah Umur

97 orang warga Pulau Temiang dan SAD saat diperiksa di Polda Jambi paska bentrok SAD dan warga.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Polda Jambi mengambil alih atas permasalahan bentrok suku anak dalam (SAD) yang terjadi di desa Pemayungan Kecamatan Sumay dengan masyarakat yang diduga dari kelurahan Pulau Temiang kecamatan Tebo Ulu kabupaten Tebo beberepa hari yang lalu.

Kapolda Jambi Brigjen pol Drs. Musyafak SH, MM terkait hal ini memaparkan bahwa dari permasalahan bentrok yang terjadi pada Selasa (23/02) kemarin, dari semua warga yang diboyong ke Jambi, ada sebanyak 17 orang telah memenuhi unsur pidana.

"Untuk masalah bentrok antara warga dan SAD, Dari 97 warga yang dibawa ke Jambi yang terdiri dari 3 kelompok diantaranya SAD, warga pulau Temiang, dan warga yang ada didalam saat bentrok terjadi, sebanyak 17 orang memenuhi unsur pidana, satu diantaranya masih anak-anak," ungkap Kapolda saat mengunjungi Kabupaten Tebo pada Kamis (25/02) kemarin di rumah dinas Bupati Tebo.

Dan Untuk beberapa waktu ke depannya, lanjut Kapolda, diharapkan pada masa kepemimpinan Bupati saat ini keadaan di Kabupaten Tebo bisa kondusif dan aman.

"Saya menginginkan dibawah kepemimpinan Bapak Bupati, Tebo dapat lebih kondusif," harapnya.

Sementara itu, Kapolda menegaskan untuk masalah Bentrok Antara SAD dan warga yang melibatkan orang banyak, itu harus diselesaikan di Polda, tidak bisa diselesaikan Di Polres Tebo.

"Untuk masalah yang melibatkan orang banyak, saya tidak izinkan ditangani di Polres tapi harus di Polda," tandasnya. (crew/us)

Related News