Tuesday, February 9, 2016

Musrenbang Kecamatan Rimbo Bujang dihadiri anggota DPRD Tebo dan dinas terkait.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rimbo Bujang, digelar di Aula Kantor Camat Rimbo Bujang, Selasa (9/2) dihadiri Ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto, Anggota DPRD Suwarno, Tri Wahyuni,Sukidi dan H.Ngatiran dari Fraksi Golkar, Para SKPD terkait, Camat, Lurah serta Kades se Rimbo Bujang.

Dalam gelaran Musrenbang ini dapat disimpulkan, yang seyogianya dalam forum Musrenbang Kecamatan menampung dan mengclerkan hasil Musrenbang tingkat Desa/Kelurahan. Namun, kenyataannya mencuat di forum saling tuding atau saling menyalahkan Tupoksi elemen yang terkait didalam forum Musrenbang.

Sekdin BPMPD Kabupaten Tebo Suyadi mengatakan, pihaknya menilai proposoal usulan rencana pembangunan tahun anggaran 2016 yang dibuat oleh para Kades di Rimbo Bujang masih banyak yang keliru.  Pembuatan proposal usulan rencana pembangunan desa untuk realisasi tahun 2017 masih perlu di revisi kembali. Seperti, pembutan proposal jangan dicampur adukan.

”Saya minta kepada para Kades segera merevisi proposal, seperti memisahkan usulan dalam anggaran APB Des dan yang masuk anggaran APBD. Hasil revisi proposal tersebut ditunggu hingga tanggal 11 Februari 2016 harus sudah sampai di Kecamatan,” jelas Suyadi.

Camat Rimbo Bujang Sukiman, dalam forum Musrenbang ini pihaknya menyampaikan uneg- unegnya yang selama ini pihak instansi terkait dalam mengerjakan proyek pembangunan di wilayah Rimbo Bujang, tidak pernah ada pemberitahuan kepada pihak Camat.

”Kita minta, kepada pihak instansi terkait kalau mengerjakan proyek pembangunan, ya mbok camat dikasih tahu biar terkesan sinergi antar lintas sektoral,” pinta Camat Sukiman.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Tebo Suwarno dari Partai PDI Perjuangan mengatakan, pihaknya mengkritisi terkait masalah pengerjaan pembangunan infrastruktur seperti pengaspalan jalan, jangan seenaknya dialihkan ketempat lain yang tidak masuk dalam skala prioritas yang menyentuh masyarakat.

"Saya minta kepada  stakeholder terkait pengerjaan proyek pengaspalan jalan jangan dikerjakan yang tidak prosedural. Contohnya, seperti yang terjadi pengaspalan jalan di jalan Palembang yang sisa anggaran dananya dialihkan ke pengaspalan Jalan  Banda Aceh Desa Sidorukun Kecamatan Rimbo Ulu, yang tidak masuk skala prioritas," tegas Suwarno.

Ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto menegaskan, pihaknya mengingatkan kepada Kepala Desa/Lurah supaya memasukkan usulan rencana pembangunan desa yang benar - benar menyentuh kebutuhan masyarakat di Musrenbang 2016 ini, sehingga pada tahun 2017 mendatang usulan tersebut bisa direalisasikan.

"Saya minta, hasil Musrenbang tingkat desa yang dilanjutkan ke tingkat Musrenbang Kecamatan yang benar-benar mengacu pada aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” jelas Ketua DPD Tebo Agus Rubianto, yang notabene Ketua Golkar Kabupaten Tebo. (asa/zam).