Banyak Warga Yang Kurang Paham Dengan Akta Kematian

BEKTY FERRI DENSY.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Akta kematian ternyata hal yang masih kurang familiar di dengar oleh masyarakat Tebo. Ini terbukti masih banyaknya warga Tebo yang belum membuat akta kematian bila keluarganya ada yang meninggal,

"mereka merasa membuat akta kematian tidak terlalu penting, mereka menganggap dengan melaporkan dan meminta surat keterangan meninggal ke RT itu sudah cukup," ucap Bekti Ferry, Kabid Kependudukan, Dinas Dukcapil Tebo, kepada Teboonline.com beberapa waktu lalu.

Bekti mengakui, bahwa warga Tebo masih banyak yang tidak membuat akta kematian, masyarakat masih kurang menyadari manfaat dari akta kematian, padahal akta tersebut penting untuk di buat, karena bisa buat untuk mengurus warisan, taspen, dan banyak hal lainnya.

"Selama ini di Tebo pengurusan yang dianggap penting belum menggunakan akte kematian masih menggunakan surat keterangan dari kelurahan, "ujar Bekti saat dihubungi via phone seluler.

"Sejak mulai dirasa penting (Akta kelahiran'red), hanya beberapa saja yang membuat akta kematian,"ungkapnya.

Bekti juga menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi, tapi memang baru sampai aparat desa saja.

"Tapi sekarang akta kematian itu kewajiban seorang RT sesuai dengan UU no 24 tahun 2013 yang memberlakukan buat RT wajib untuk mengurus akta kematian buat warga masyarakatnya yang telah meninggal dunia, dan kemungkinan nanti warga akan semakin banyak yang membuat akta kematian," jelasnya.

Bekti berharap masyarakat Tebo semakin memahami pentingnya akta kematian sehingga akan banyak warga yang akan membuat akta kematian bagi keluarganya yang telah meninggal. (crew)

Related News