80 Hektar Kebun Jagung Di Desa Kuamang Terendam Banjir, Kerugian Capai Milyaran

Kebun Jagung milik warga desa Kuamang Kec. VII Koto seluas 80 Hektar membusuk akibat terendam banjir.
TEBOONLINE.COM, VIIKOTO – Musibah banjir pada musim penghujan saat ini membawa kesedihan tersendiri bagi petani di desa Kuamang Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo. Pasalnya, kebun Jagung seluas 80 Hektar yang siap untuk dipanen, terendam banjir sehingga Jagung tersebut membusuk.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh seorang petani Jagung warga desa Kuamang, Nazarudin. Ia mengisahkan, banjir terjadi sejak satu minggu yang lalu dan merendam puluhan hektar kebun Jagung milik warga desa Kuamang.

Banjir tersebut merupakan air dari Sungai Batanghari yang meluap akibat banjir kiriman dari Sumatera Barat. Banjir, rata menggenangi seluruh kebun warga sehingga kebun Jagung tersebut seperti sebuah Danau.

“Jagung kami ini mas seminggu lagi mau di panen, karena kerendam banjir, harapan kami satu – satunya itu hilang. Jagung jadi busuk dan tidak bisa dipanen,” ujar Nazarudin pada Teboonline.com, Kamis (11/2) sambil menunjuk ke arah kebun Jagungnya yang masih terendam banjir dengan air setengah menggenangi pohon jagungnya.

Kalau ditafsir lanjut petani ini, kerugian warga desa Kuamang mencapai satu milyar lebih. Karena, Jagung yang direndam banjir ini Biji Dua dan dalam satu hektarnya bisa menghasilkan 7 ton. Harga perkilonya paling rendah itu Rp 2300, jika dikali 80 Hektar tentunya mencapai Rp 1 Milyar lebih.

Banjir yang mulai surut ini kata Nazarudin lagi, baru sekali terjadi. Sebelumnya, banjir tidak pernah sampai masuk ke kebun warga. Pihak Pemerintah sendiri lanjutnya, berjanji hanya akan membantu korban banjir ini dengan bantuan Bibit Jagung.

Diketahui, pada Rabu kemarin (10/2), Bupati Tebo H Sukandar melakukan peninjauan lokasi banjir di desa – desa dalam wilayah VII Koto dan Tebo Ulu. (crew/santoz) 

Related News